parlemen

Ramai Kasus Kekerasan, DPR Desak Kemendag Evaluasi Sistem COD, 'Cash on Delivery Jangan Jadi Cash or Duel!'

Rabu, 23 Juli 2025 | 08:45 WIB
Foto Ilustrasi - DPR meminta Kementrian Perdagangan untuk memperbaiki sistem COD yang dinilai rentan kekerasan dan kecurangan. (Unsplash/Rowan Freeman)

 

Mediapriangan.com - Polemik sistem pembayaran Cash on Delivery (COD) kembali mencuat dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Dalam forum yang berlangsung Rabu, 16 Juli 2025, sejumlah anggota dewan menyampaikan kekhawatiran soal maraknya kekerasan dan kecurangan dalam praktik COD. Salah satunya datang dari Abdul Hakim, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN.

Abdul Hakim secara tegas menyebut bahwa sistem COD saat ini sudah melenceng dari tujuannya sebagai metode pembayaran aman dan fleksibel.

Baca Juga: MK Resmi Tolak Capres Wajib Sarjana, Pendidikan Minimal Tetap SMA, Membatasi Hak Warga Itu Tidak Konstitusional!

Abdul Hakim menyoroti banyaknya kasus di lapangan yang memperlihatkan potensi kekerasan, bahkan penipuan.

“Berkaitan dengan mekanisme COD atau Cash on Delivery, yang kejadian tuh Cash or Duel, Pak,” kata Abdul Hakim saat menyampaikan pendapatnya kepada Menteri Perdagangan, Budi Santoso.

Ia pun mengungkap beberapa contoh kasus di mana kurir menjadi korban pemukulan, atau justru ada oknum kurir, pembeli, maupun penjual yang tidak jujur dan merugikan pihak lain.

Baca Juga: Heboh Kucing Prabowo Dikawal Polisi, Istana Buka Suara, Bobby Kertanegara adalah Properti Presiden yang Wajib Dijaga

“Kurirnya ada yang nakal, kadang-kadang buyernya ada yang nakal, kadang-kadang sellernya ada yang nakal,” lanjut Abdul.

Atas dasar itu, DPR mendesak Kemendag untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem COD.

Menurut Abdul, mekanisme ini sudah perlu dibenahi agar tetap relevan dan menjamin keamanan semua pihak.

Baca Juga: Luna Maya Bantah Isu Hamil Anak Kembar, Tegaskan Masih Fokus Menikmati Pernikahan dan Kontrak Kerja di 2025

“Pada intinya, mekanisme COD ini saya rasa juga perlu ditinjau kembali,” pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini