Mediapriangan.com - Akademisi Tasikmalaya sekaligus Lektor Kepala Program Pascasarjana STIA YPPT Priatim Tasikmalaya, Dr. H. Basuki Rahmat, M.Si, menyebutkan, realisasi belanja daerah Kabupaten Tasikmalaya telah mencapai Rp2,88 triliun dari total pagu Rp3,50 triliun, atau sekitar 82,2 persen.
Capaian realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tasikmalaya hingga 12 Desember 2025 itu, dinilai cukup positif dari sisi persentase, namun masih menyisakan pekerjaan rumah besar dalam hal kualitas dan dampak belanja terhadap masyarakat.
“Secara umum pelaksanaan APBD berjalan cukup baik dan sebagian besar program telah dilaksanakan. Namun evaluasi tidak boleh berhenti pada persentase realisasi,” ujar Basuki, Minggu (21/12/2025).
Baca Juga: PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Disorot, Serapan Hanya 47 Persen
Menurutnya, dalam pengelolaan keuangan daerah berbasis kinerja, belanja publik harus diukur dari tiga aspek utama, yakni output, outcome, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Output Belanja Belum Seimbang
Basuki menjelaskan, perangkat daerah dengan realisasi tinggi umumnya didominasi belanja administratif dan operasional, sehingga capaian output relatif lebih mudah dicapai.
Sementara itu, perangkat daerah di sektor pelayanan dasar dan teknis mencatatkan realisasi pada kisaran 78 hingga 88 persen.
Baca Juga: Hadapi Arus Informasi, Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Digelar di Kabupaten Tasikmalaya
Adapun perangkat daerah dengan tingkat realisasi rendah, sekitar 47 persen, mayoritas berada di sektor infrastruktur.
Hal ini mengindikasikan bahwa output fisik strategis belum sepenuhnya terlaksana hingga mendekati akhir tahun anggaran.
“Secara output, kegiatan memang berjalan, tetapi terdapat ketimpangan antara belanja administratif dan belanja pembangunan fisik yang langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Dari Sasana ke Ring Porprov, Perjuangan Petinju Kabupaten Tasikmalaya di Tengah Keterbatasan