"Jangan rakus kalian, nanti diazab oleh Allah!" tegas seorang warga dengan nada penuh emosi.
Hingga kini, Warga Aceh Tamiang berharap ada penanganan serius dan transparan terkait pembersihan sisa banjir. Mereka meminta agar seluruh material, termasuk kayu bernomor, ditangani secara adil demi mempercepat pemulihan pascabanjir bandang.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kekecewaan Warga Aceh Tamiang yang merasa upaya pemulihan bencana ternodai oleh dugaan kepentingan segelintir oknum.***