Relawan Bantu Video Call Ibu di Aceh Tamiang dengan Anak di Yaman, Sinyal Masih Sulit Pascabanjir Aceh

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 14 Desember 2025 | 08:57 WIB
Momen haru video call ibu di Aceh Tamiang dengan anaknya di Yaman di tengah banjir Aceh berkat bantuan relawan internet satelit.   (Instagram/marbot.aplikasi)
Momen haru video call ibu di Aceh Tamiang dengan anaknya di Yaman di tengah banjir Aceh berkat bantuan relawan internet satelit. (Instagram/marbot.aplikasi)

 

Mediapriangan.com - Momen haru terjadi di tengah banjir Aceh yang melanda sejumlah wilayah dan menyebabkan lumpuhnya listrik serta jaringan komunikasi.

Seorang ibu di Aceh Tamiang akhirnya dapat melakukan video call dengan anaknya yang sedang menempuh pendidikan di Yaman berkat bantuan relawan.

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun media sosial @marbot.aplikasi pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Baca Juga: Kisah Pengungsi Bencana Banjir Bandang Aceh Tamiang, Seorang Ibu Mengaku Tak Butuh Uang Usai Kehilangan Rumah

Unggahan itu dengan cepat menyebar dan menarik perhatian publik karena memperlihatkan kondisi warga Aceh Tamiang yang masih terisolasi akibat banjir Aceh.

Dalam keterangan video dijelaskan bahwa relawan membawa perangkat internet satelit untuk membantu warga melakukan video call.

Upaya ini dilakukan karena jaringan telekomunikasi dan listrik di Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih pascabanjir Aceh.

Baca Juga: Kontur Jalan di Aceh Tamiang Masih Seperti Agar-agar, Warga Khawatir Usai Banjir Bandang 2025

“Dengan membawa internet satelit, relawan Masjid Jogja mempertemukan mahasiswa Indonesia di Yaman dengan orang tuanya yang terisolir akibat banjir tanpa listrik dan jaringan,” tulis keterangan pada caption unggahan tersebut.

Saat sambungan video call tersambung, suasana haru tak terelakkan. Sang ibu di Aceh Tamiang tampak menahan tangis saat akhirnya bisa melihat wajah anaknya setelah lama terputus komunikasi akibat banjir Aceh.

“Waalaikumsalam, nggak apa-apa mamak di sini aman. Nggak apa-apa. Nggak ada sinyal, lampu mati,” ujar sang ibu dalam video call tersebut.

Baca Juga: Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Akui Uang Tidak Berharga, Makanan dan Lilin Jadi Kebutuhan Paling Mendesak

Ia kemudian memastikan kondisi anaknya yang berada jauh di Yaman. Percakapan singkat itu menjadi pengobat rindu di tengah keterbatasan yang dialami warga Aceh Tamiang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X