"Gagasan ini merupakan salah satu dari program lainnya seperti untuk mereka yang jadi tahfidz Quran dengan pemberian perlengkapan sekolah," terang Viman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya Dr. H. Rojab Riswan Taufik, S.Sos., M.Si, mengatakan pihaknya sudah melakukan stimulasi sekaligus realisasi dari Program Tasik Pintar dalam beberapa kegiatan di Dinas Pendidikan, salah satunya pemberian bantuan pemenuhan kelengkapan fasilitas pembelajaran sekolah.
Tujuannya, kata Rojab Riswan Taufik, guna mensupport anak-anak belajar yang diharapkan makin termotivasi, bersemangat, makin pintar.
"Melalui program Tasik Pintar salah satunya Dinas Pendidikan mengupayakan terpenuhinya kelengkapan aktivitas pembelajaran. Khususnya untuk siswa asal keluarga tak mampu," katanya.
Menurut Rojab Riswan Taufik, tentunya ada mekanisme yang mengatur siapa saja yang dapat menerima bantuan. Dimulai dari pendataan yang dihasilkan dari kerja sama Dinas Pendidikan dengan para pengawas, para kepala sekolah, hingga guru-guru di satuan pendidikan.
Baca Juga: Peserta Diminta Hindari Calo, BPJS Ketenagakerjaan Tasikmalaya Tegaskan Klaim JHT Mudah dan Gratis
Program Tasik Pintar menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, baik dari sisi infrastruktur, sarana prasarana, maupun dukungan langsung kepada peserta didik.
Melalui Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya sebagai pelaksana, berbagai langkah konkret telah direalisasikan. Dalam aspek pembangunan fisik, pemerintah menambah ruang kelas baru di sejumlah jenjang pendidikan.
Untuk PAUD dibangun 5 ruang kelas baru, di tingkat SD sebanyak 4 ruang, dan di tingkat SMP sebanyak 2 ruang. Penambahan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan rombongan belajar sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.
Baca Juga: Fenomena Hari Raya 2026, Imlek, Ramadan, dan Prapaskah Berdekatan, Terjadi di Indonesia
Tidak hanya ruang kelas, pembangunan sarana, prasarana dan utilitas sekolah juga dilakukan secara bertahap. Di jenjang PAUD terealisasi 2 unit pembangunan sarana dan utilitas, di tingkat SD tercatat 23 orang dalam capaian yang dilaporkan, serta di tingkat SMP sebanyak 4 ruang.
Selain pembangunan baru, rehabilitasi ruang kelas dengan kategori sedang hingga berat turut menjadi prioritas. Di tingkat SD dilakukan rehabilitasi terhadap 27 ruang kelas, sementara di tingkat SMP sebanyak 7 ruang kelas diperbaiki.
Rehabilitasi sarana, prasarana dan utilitas sekolah juga dilaksanakan, meliputi 3 ruang di jenjang PAUD, 14 unit di tingkat SD, serta 1 unit di tingkat SMP. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar bagi siswa dan tenaga pendidik.