Kegiatan lari pagi yang dipimpin langsung Wali Kota Tasikmalaya, selain memperkuat Tasik Gemas sebagai gerakan masyarakat sehat, pemerintah juga menghadirkan aksi sosial berupa pembagian sembako kepada warga membutuhkan.
“Gerakan lari pagi yang kita lakukan hari ini tidak hanya mengajak masyarakat untuk hidup sehat, tetapi juga diharapkan mampu menyebarkan kebaikan dan kebahagiaan kepada warga Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Penguatan Tasik Gemas dalam setahun Viman Diky turut dibarengi jaminan akses layanan kesehatan.
Pemerintah memastikan cek kesehatan gratis tetap tersedia bagi masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas hidup warga.
"Kita berhasil mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC), yang artinya akses kesehatan bagi masyarakat Kota Tasikmalaya tetap terjamin dan lebih baik," ujar Viman.
Dari sisi capaian, Tasik Gemas mencatat sejumlah hasil konkret. Pemberian makanan tambahan bagi balita gizi buruk, stunting, gizi kurang dan ibu hamil Kekurangan Energi Kronis menjangkau 6.314 orang.
Sementara 46.732 ibu hamil dan remaja putri menerima tablet penambah darah atau vitamin.
Baca Juga: Selama Ramadan 1447 H, Rumah Makan di Kota Tasikmalaya Dilarang Buka Sebelum Pukul 16.00 WIB
Pelayanan kesehatan anak diperluas melalui pemberian kartu anak sehat kepada 28.914 anak. Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dilakukan dua kali untuk memperkuat budaya gerakan masyarakat sehat.
Pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana kesehatan mencapai 1.532 meter persegi, serta 101.904 warga kurang mampu difasilitasi dalam jaminan kesehatan nasional.
Di bidang sosial, peningkatan akurasi data kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin berdasarkan DTSEN menjangkau 5.716 keluarga.