Baca Juga: Korsleting listrik PLN di Kepanikan Warga Bantul Viral, Ini Penjelasan Polisi soal Kronologi
Dalam satu musim pertengahan Ramadan, satu sumur mata air tanjung dapat menghasilkan hingga Rp10 juta. Hasil penjualan air asin tersebut dibagi sesuai kesepakatan bersama Karang Taruna setempat.
Rudi (43), warga lainnya, menyebut dalam sehari satu sumur bisa menghasilkan hingga dua ribu liter air tanjung.
Meski volume yang diambil cukup besar, sumur mata air tanjung disebut tidak pernah kering. Hal ini membuat penjualan air asin terus berjalan stabil selama pertengahan Ramadan.
Baca Juga: IRIB Diretas, Siaran TV Iran Tiba-tiba Tampilkan Pidato Donald Trump dan Benjamin Netanyahu
Selain untuk ketupat, air tanjung juga dimanfaatkan untuk campuran adonan makanan seperti gorengan agar rasanya lebih gurih dan teksturnya berbeda.
Bahkan di luar pertengahan Ramadan, air tanjung kerap digunakan warga untuk berendam karena diyakini bermanfaat bagi kesehatan kulit.
Yani (42), warga Pasangrahan, mengaku rutin membeli air tanjung setiap pertengahan Ramadan. Ia menilai ketupat yang dimasak dengan air tanjung lebih kenyal, lebih enak, dan tidak cepat basi.
"Ya untuk buat adonan makanan lainnya juga bagus," ujar Nining.***