CIMAHI, Mediapriangan.com - Kasus keracunan MBG yang menimpa puluhan pelajar di Cimahi kini masih dalam tahap penyelidikan. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan setempat telah mengirimkan berbagai sampel makanan ke Labkes Jabar untuk memastikan penyebab keracunan MBG yang sempat menjadi perhatian publik.
Insiden keracunan MBG tersebut melibatkan puluhan siswa dari sejumlah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Cimahi. Total korban yang tercatat mencapai 53 orang setelah mereka mengonsumsi menu makan bergizi gratis yang dibagikan di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna membenarkan adanya peristiwa keracunan MBG tersebut. Pemerintah daerah kini terus memantau kondisi para siswa yang terdampak.
"Benar ada dugaan kerancunan MBG, kami terus monitor," kata Nana sebagaimana dilansir dari Instagram @infocimahi.co, pada Jumat, 6 Maret 2026.
Ia juga mengungkapkan sebagian siswa harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di Cimahi akibat keracunan MBG tersebut.
"Total korban ada 53 (siswa), Masuk RS Cibabat 15, Mitra Kasih 2, RS Dustira 1," sambungnya.
Program makan bergizi gratis tersebut diketahui disiapkan oleh pengelola dapur dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 02. Setelah munculnya kasus keracunan MBG, operasional dapur tersebut sementara waktu dihentikan.
Dalam kasus keracunan MBG ini, menu yang menjadi sorotan adalah nasi onigiri yang dibagikan kepada para siswa. Dugaan muncul setelah beberapa orang tua murid mengungkapkan kondisi nasi onigiri yang dianggap sudah tidak layak dikonsumsi.
Salah satu orang tua murid menyebut nasi onigiri yang diterima anaknya memiliki rasa asam dan warna nasi berubah.
"Ada nasi onigiri yang anak saya dapet dari menu MBG rasanya asem dan nasi sudah berubah warna kuning," beber orang tua murid.
Ia juga mengungkapkan sejumlah siswa mengalami keluhan setelah menyantap nasi onigiri tersebut.
Baca Juga: Viral Menu MBG Ramadan di Riau, Siswa Unggah Isi Paket dan Picu Perbincangan Warganet