SUKABUMI, Mediapriangan.com - Perbincangan mengenai SPPG Lembursitu Sukabumi ramai mengemuka di media sosial setelah muncul video yang menyinggung dugaan mark up dalam pengadaan pangan untuk program MBG.
Video tersebut memperlihatkan kesaksian seorang perempuan yang disebut sebagai mantan akuntan di SPPG Lembursitu Sukabumi.
Isu dugaan mark up itu menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan pengelolaan pengadaan pangan dalam program MBG yang bertujuan mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Dalam video yang beredar, perempuan tersebut menjelaskan adanya perbedaan antara barang yang dipesan dengan yang diterima di lapangan.
Baca Juga: Viral SPPG Tangsel dan Program MBG Disorot, Dokumen Perjanjian Berisi 8 Klausul Picu Kritik Warganet
Video mengenai SPPG Lembursitu Sukabumi itu diunggah oleh akun Instagram @infopolitik.official pada Rabu, 11 Maret 2026. Dalam keterangan unggahan tersebut disebutkan bahwa seorang eks akuntan membuka dugaan penyimpangan terkait laporan pengadaan pangan dalam program MBG.
"Mantan Akuntan SPPG Lembursitu bongkar praktik korupsi SPPG," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Kesaksian tersebut memicu diskusi publik mengenai transparansi pengelolaan anggaran dalam program MBG, terutama pada proses pengadaan pangan yang dilakukan oleh SPPG Lembursitu Sukabumi.
Dugaan mark up yang diungkap dalam video itu disebut berkaitan dengan perbedaan jumlah barang antara yang tercatat dalam dokumen dan yang diterima secara fisik.
Dalam penjelasannya, eks akuntan itu menyebut proses pengadaan pangan biasanya dilakukan melalui pemesanan kepada koperasi yang berafiliasi dengan yayasan.
"Awalnya kita PO (Pre-Order) ke koperasi yayasan," tutur eks akuntan SPPG di Sukabumi itu.
Ia kemudian memberi contoh kasus pada pengadaan beras dalam program MBG di SPPG Lembursitu Sukabumi. Menurutnya, terdapat kejadian ketika jumlah barang yang datang tidak sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam dokumen pemesanan.
"Pernah kita PO (Pre-Order) beras, pesan 11 karung, yang datang 9 karung," beber eks akuntan SPPG itu.