"Atau pernah PO 9 karung, yang datang 7 (karung)," sambungnya.
Meski demikian, dalam laporan administrasi yang disampaikan ke pihak terkait, jumlah barang disebut tetap dicatat sesuai angka awal yang tertera dalam dokumen pemesanan.
Kondisi ini menurutnya berpotensi memunculkan dugaan mark up dalam laporan pengadaan pangan di SPPG Lembursitu Sukabumi.
Ia juga menyoroti mekanisme pencatatan pembayaran yang menurutnya tetap mengikuti jumlah pesanan awal dalam program MBG.
Baca Juga: Viral Belatung di Ikan Bandeng MBG Sampang, SPPG Dalpenang Akui Menu dari Dapurnya
"Tapi bayar tetap untuk 11 karung, di mark up tetap 11. laporan ke BGN-nya juga tetap 11," tandasnya.
Beredarnya video yang menyinggung dugaan mark up tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak pihak menilai kasus di SPPG Lembursitu Sukabumi itu perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Sejumlah pengamat juga menilai pengawasan yang ketat diperlukan dalam pelaksanaan program MBG, terutama pada tahap pengadaan pangan. Audit dan sistem pelaporan yang transparan dianggap penting agar potensi penyimpangan dapat dihindari.***
Artikel Terkait
Bandeng Presto MBG di Ponorogo Viral Berisi Belatung, SPPG Cahaya Ngrayun Buka Suara
Kritik Menu MBG Ramadan Viral, Warga Purwodadi Ungkap Alasan Soroti Makan Bergizi Gratis dan Harap Ada Perbaikan
Viral Menu MBG Bandeng SD PL Sedayu Bantul Diduga Mentah, SPPG Argosari Jelaskan Proses Bandeng Presto
Viral Mobil MBG Ditolak Siswa di SMPN 2 Sokaraja Banyumas, Distribusi Makan Bergizi Gratis Diduga Terlambat
Viral! Siswa Majalengka Mengadu MBG Cuma Ubi Bakar ke Dedi Mulyadi, Ini Penjelasan SPPG
Viral Roti MBG Kedaluwarsa di Yogyakarta, Label Exp Lama Disebut Ditutup Saat Distribusi Menu MBG Ramadan