daerah

SPPG Dibekukan Usai Video Viral Pria Joget di Dapur MBG, Wakil Kepala BGN Tegaskan Bukan Bisnis Komersial

Rabu, 25 Maret 2026 | 21:53 WIB
Imbas video viral pria joget di dapur MBG tanpa APD bikin sppg dibekukan, wakil kepala BGN beri peringatan tegas. (Instagram/hendrikirawan_d1213mbg - nanik_deyang)

CIMAHI, Mediapriangan.com - Kasus video viral yang memperlihatkan seorang pria berjoget di dapur MBG berbuntut serius. Salah satu unit SPPG yang terkait kini resmi masuk status SPPG dibekukan oleh pihak berwenang.

Keputusan sppg dibekukan diambil setelah video viral tersebut menuai kritik luas. Dalam rekaman yang beredar, pria itu terlihat berada di area dapur MBG tanpa mengenakan alat pelindung diri, sementara petugas lain bekerja sesuai prosedur.

Menanggapi hal tersebut, wakil kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, memberikan penjelasan terkait status operasional SPPG milik pria tersebut.

Baca Juga: Viral Mitra MBG Joget-joget Disorot, Insentif Rp6 Juta Disinggung, Lita Gading Semprot Keras, Begini Kronologinya

"Jadi saya ingat katanya sih, dia dapat tujuh dapur ya, 7 titik," beber Nanik dalam keterangannya.

"Tapi yang running baru satu yang udah mulai. Yang lainnya belum, belum running (beroperasi)," tambahnya.

Menurut wakil kepala BGN, langkah sppg dibekukan merupakan bagian dari penegakan aturan teknis yang harus dipatuhi setiap pengelola dapur MBG. Ia menegaskan bahwa program ini tidak boleh disalahartikan sebagai ladang bisnis semata.

"Ini bukan bisnis ya. Ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak. Bukan kemudian dilakukan seperti itu," tambahnya.

Baca Juga: Viral Mitra MBG Joget-joget Disorot, Insentif Rp6 Juta per Hari Picu Polemik, Hendrik Irawan Ambil Langkah Ini

Selain itu, wakil kepala BGN juga mengungkap alasan teknis di balik keputusan SPPG dibekukan. Salah satu pelanggaran yang ditemukan berkaitan dengan tata letak dapur yang tidak sesuai pedoman.

"Ini, ini, saya juga nggak tau dia, tapi yang running katanya baru satu. Nanti yang lainnya enam kita awasi," ungkap Nanik.

"(Alasan di-suspend) Salah layout. Jadi kan ada juknis tuh, layout-nya, misalnya dapur harus seperti ini. Maksudnya harus seperti, kan ada juknisnya. Nah itu salah layout-nya," imbuhnya.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran H+4 di Gentong Tasikmalaya Masih Padat, Kemacetan Panjang Warnai Jalur Arteri Selatan

Kasus video viral ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola SPPG agar menjaga standar operasional, termasuk penggunaan APD saat berada di dapur MBG.

Halaman:

Tags

Terkini