"Saya juga sempat menegur, 'Pak Haji, launan (pelan), jangan kencang terus', begitu," imbuh Taufik.
Namun, peringatan tersebut diduga tidak diindahkan. Sopir diduga ngebut terus melanjutkan perjalanan hingga akhirnya kendaraan kehilangan kendali.
Kecelakaan mobil travel Majalengka pun tak terhindarkan. Kendaraan terguling dan masuk ke jurang, membuat para penumpang tidak sempat menyelamatkan diri.
"Saat kejadian sudah tidak bisa apa-apa, hanya bisa pasrah," tandasnya.
Selain faktor sopir diduga ngebut, muncul pula dugaan lain terkait kondisi kendaraan, termasuk kemungkinan adanya gangguan pada sistem pengereman.
Namun hingga kini, penyebab pasti kecelakaan mobil travel Majalengka masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.***