"Sempat diperingatkan warganet karena nama 'MBG' dianggap mirip program pemerintah," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
"Takutnya bikin salah paham, apalagi banyak yang mengira ada kaitannya dengan program resmi," tambahnya.
Klarifikasi Pemilik dan Keterlibatan UMKM
Menanggapi keriuhan yang terjadi di jagat maya, pemilik usaha kuliner tersebut akhirnya memberikan penjelasan.
Ia menegaskan bahwa pemilihan nama serta logo tersebut murni dilakukan atas dasar kreativitas pemasaran agar dagangannya mudah diingat oleh warga yang mencari sarapan murah di pagi hari.
"Dan tidak terkait dengan program apa pun," tegasnya.
Menariknya, meskipun menggunakan gaya promosi yang provokatif, lapak ini memiliki sisi positif dalam pemberdayaan ekonomi lokal.
Menu-menu yang disajikan dalam paket MBG versi "Mantap Banget Gila" ini dikabarkan melibatkan kontribusi dari para pelaku UMKM di lingkungan sekitar Tebet.
Meskipun secara visual mengundang perdebatan karena menyerupai identitas resmi BGN, langkah sang penjual dianggap sebagai contoh bagaimana pelaku usaha kecil mencoba tetap relevan dengan tren isu terkini demi keberlangsungan usahanya.
Hingga saat ini, lapak tersebut masih menjadi buah bibir sebagai bentuk strategi pemasaran yang unik sekaligus berisiko di tengah keterbukaan informasi media sosial.***