Plesetan Kreatif Berujung Viral, Cerita di Balik Lapak Makan Murah Pakai Nama MBG dan Logo BGN di Jakarta Selatan

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Sabtu, 11 April 2026 | 10:03 WIB
Kreatif atau berisiko? Penjual sarapan di Tebet Jakarta Selatan gunakan akronim MBG dan logo BGN untuk branding lapaknya hingga menarik perhatian warganet. (Instagram/kualimerahputih)
Kreatif atau berisiko? Penjual sarapan di Tebet Jakarta Selatan gunakan akronim MBG dan logo BGN untuk branding lapaknya hingga menarik perhatian warganet. (Instagram/kualimerahputih)

"Sempat diperingatkan warganet karena nama 'MBG' dianggap mirip program pemerintah," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

"Takutnya bikin salah paham, apalagi banyak yang mengira ada kaitannya dengan program resmi," tambahnya.

Baca Juga: SPPG Dibekukan Usai Video Viral Pria Joget di Dapur MBG, Wakil Kepala BGN Tegaskan Bukan Bisnis Komersial

Klarifikasi Pemilik dan Keterlibatan UMKM

Menanggapi keriuhan yang terjadi di jagat maya, pemilik usaha kuliner tersebut akhirnya memberikan penjelasan.

Ia menegaskan bahwa pemilihan nama serta logo tersebut murni dilakukan atas dasar kreativitas pemasaran agar dagangannya mudah diingat oleh warga yang mencari sarapan murah di pagi hari.

"Dan tidak terkait dengan program apa pun," tegasnya.

Menariknya, meskipun menggunakan gaya promosi yang provokatif, lapak ini memiliki sisi positif dalam pemberdayaan ekonomi lokal.

Baca Juga: Viral MBG Hendrik Irawan Klarifikasi Insentif Rp6 Juta, Ngaku Belum Balik Modal Bangun SPPG Rp3,5 Miliar

Menu-menu yang disajikan dalam paket MBG versi "Mantap Banget Gila" ini dikabarkan melibatkan kontribusi dari para pelaku UMKM di lingkungan sekitar Tebet.

Meskipun secara visual mengundang perdebatan karena menyerupai identitas resmi BGN, langkah sang penjual dianggap sebagai contoh bagaimana pelaku usaha kecil mencoba tetap relevan dengan tren isu terkini demi keberlangsungan usahanya.

Hingga saat ini, lapak tersebut masih menjadi buah bibir sebagai bentuk strategi pemasaran yang unik sekaligus berisiko di tengah keterbukaan informasi media sosial.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X