Tasikmalaya, Mediariangan.com - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tengah menyiapkan langkah untuk memperkuat struktur ekonomi dari tingkat paling bawah.
Melalui inisiatif baru, pemerintah daerah berencana menyalurkan bantuan permodalan berupa pinjaman tanpa bunga yang ditujukan khusus bagi para perintis usaha di wilayah perdesaan.
Program ini menargetkan 7 ribu pengusaha baru sebagai penerima manfaat. Dengan plafon modal sebesar Rp5 juta per orang, kebijakan ini diproyeksikan mampu memicu lahirnya wirausahawan mandiri yang mampu bersaing di pasar digital.
Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi menegaskan bahwa distribusi bantuan akan dilakukan secara merata ke seluruh desa agar kemajuan ekonomi tidak hanya terpusat di area perkotaan.
”Kami ingin memperkuat ekonomi dari bawah. Sasaran utamanya adalah pengusaha baru. Agar tidak memberatkan, jangka waktu pinjaman di buat fleksibel, bisa dua tahun atau lebih,” kata Asep, Rabu (15/4/2026).
Salah satu keunggulan utama dari program pinjaman tanpa bunga ini adalah skema subsidi bunga yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui dana titipan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Baca Juga: Kalisha Tebar 1.000 Mukena, Jangkau 70 Desa di Kabupaten Tasikmalaya
Asep Sopari Al-Ayubi menjelaskan bahwa selain bantuan finansial, pemerintah juga memberikan pendampingan penuh untuk urusan administrasi perbankan yang sering kali dianggap menyulitkan oleh masyarakat.
"Pemkab Tasikmalaya akan mempermudah proses administrasi dan persyaratan, supaya warga bisa mengakses pinjaman melalui lembaga perbankan dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah," katanya.
"Pinjaman modal tersebut bersumber dari anggaran subsidi bunga dana titipan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bersifat fleksibel dan dapat digunakan dalam jangka waktu satu hingga tiga tahun," tandas Wabup Asep.
Fokus dari program ini tidak hanya berhenti pada pemberian uang. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, akan memberikan pengawalan ketat mulai dari pelatihan produksi hingga pengurusan izin usaha.