Baca Juga: Ungguli OPD Lain, Diskominfo Kota Tasikmalaya Juara Pertama Reformasi Birokrasi 2025
Tak heran, sejumlah elemen masyarakat mengibaratkan sosok Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan sebagai pimpinan yang tidak punya nyali sehingga layak dihadiahi celana dalam.
Terlepas dari itu, banyaknya sepanduk dan celana dalam yang tergantung tepat di depan halaman gedung Balekota Tasikmalaya membuat titik sentral Kota Tasikmalaya tersebut kumuh dan tidak bermartabat.
"Ih saya risi melihatnya, masa didepan kantor wali kota ada yang gituan. Ko dibiarkan sih, ga ditertibkan," ujar Ny Okawati salah seorang warga yang melewati jalan Letnan Harun, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Jelang Muscab PPP Kota Tasikmalaya, Suhu Politik Internal Memanas
Selain Okawati, kondisi tersebut juga disayangkan Saeful (54) warga lainnya yang mengaku kantornya tidak jauh dari Balekota Tasikmalaya.
Sebagai warga kata Saeful, ia mengaku sangat miris dengan apa yang dilihatnya didepan Balekota Tasikmalaya.
"Yang datang ke Balekota itu kan tidak hanya warga Tasikmalaya saja, tapi banyak tamu dari luar kota, termasuk tamu dari pemerintahan baik provinsi maupun pusat. Mereka pasti melihatnya," ujar Saiful.
Saiful berharap kondisi seperti itu segera ditertibkan dengan mengacu aturan hukum yang ada. Kan mungkin aturannya sudah jelas, ko seolah-olah mereka yang ada didalam menutup mata. Jika terus dibiarkan, dimana harga diri Pemerintah Kota Tasikmalaya," Katanya.***