Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, di kawasan Mata Air Gedong Cai, Gunung Kokosan, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.
Melalui momentum ini, Pongkir Wijaya menekankan, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab masyarakat, tetapi juga negara.
Ia berharap peringatan Hari Bumi tidak berhenti sebagai simbol, melainkan menjadi titik awal perubahan nyata.
“Alam bukan milik kita, kita hanya menitip. Kalau hari ini diabaikan, maka yang diwariskan bukan keberlanjutan, melainkan krisis,” pungkasnya.***