Mediapriangan.com - Isu pengunduran diri ratusan kepala sekolah tingkat SMA dan SMK di Sulawesi Selatan menjadi perhatian publik setelah dikaitkan dengan temuan BPK terkait pengelolaan dana BOS. Sebanyak 326 kepsek Sulsel disebut masuk dalam hasil pemeriksaan yang kini menjadi bahan evaluasi sejumlah instansi terkait.
Perbincangan mengenai kepsek Sulsel yang berencana melepaskan jabatannya ramai beredar di media sosial. Informasi tersebut menyebut adanya temuan BPK mengenai tata kelola dana BOS, termasuk dugaan penerimaan cashback dalam pengadaan buku untuk siswa.
Unggahan yang beredar melalui akun Instagram @kualimerahputih pada Minggu, 14 Juni 2026, menyebut ratusan kepala sekolah masuk dalam dua gelombang pemeriksaan.
Baca Juga: Viral Dugaan Pesta Miras di Kantor Lurah Kendari, 2 Lurah Dinonaktifkan usai Digerebek Warga
"326 kepala sekolah masuk dalam temuan tersebut, terdiri dari 2 gelombang pemeriksaan," tulis postingan Instagram @kualimerahputih.
"Temuan itu kini menjadi bahan evaluasi bersama antara Dinas Pendidikan, Inspektorat, dan Badan Kepegawaian Daerah," sambungnya.
Meski demikian, DPRD Sulsel menilai persoalan yang berkaitan dengan dana BOS tersebut telah ditindaklanjuti sesuai rekomendasi yang diberikan oleh temuan BPK. Salah satu rekomendasinya adalah pengembalian kerugian yang telah dilakukan oleh pihak terkait.
Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah, meminta agar para kepsek Sulsel tidak terburu-buru mengambil langkah pengunduran diri. Menurutnya, penyelesaian administrasi telah dilakukan dan persoalan tersebut dianggap selesai.
"Temuan itu sudah dikembalikan oleh kepala sekolah, bahkan hal ini diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik)," kata Tenri dikutip dalam keterangannya, pada Minggu, 14 Juni 2026.
"Jadi, kami menganggap persoalan tersebut sudah selesai, dan tidak perlu ada surat pernyataan pengunduran diri yang dibuat lagi oleh kepsek," sambungnya.
DPRD Sulsel juga meminta Disdik untuk mencari jalan keluar terbaik agar tidak ada pihak yang dirugikan. Menurut DPRD Sulsel, pengunduran diri massal bukanlah solusi yang tepat setelah temuan BPK ditindaklanjuti dan kesalahan administrasi diperbaiki.
Permintaan tersebut telah disampaikan kepada Disdik agar perkembangan persoalan ini turut dilaporkan kepada Gubernur Sulawesi Selatan.
Artikel Terkait
ICW Soroti Dugaan Jual Beli SPPG Eks Pimpinan BGN, Sebut Ada Kejahatan Terstruktur dan Sistematis
Viral CCTV Bundaran HI Dikabarkan Mati saat Demo Mahasiswa, Pemprov DKI Tegaskan CCTV Bundaran HI Berfungsi Normal
Viral Gedung Kopdes Merah Putih di Pacitan Jadi Lokasi Resepsi Pernikahan, Kepala Desa Buka Suara
Wisata Air Terjun Sendang Gile di Lombok Utara, Pesona Alam Dekat Gunung Rinjani yang Masih Jarang Diketahui
Wisata Kuliner Jakarta yang Tersembunyi, Bebek Perdikan Sajikan Suasana Asri di Tengah Kota
Wisata Kuliner Jakarta Utara yang Jarang Ditemui, Mie Kangkung Berkat Sajikan Akulturasi Betawi Tionghoa