SUKOHARJO, Mediapriangan.com - Sebuah drama kehidupan yang memilukan sekaligus misterius terungkap di Dusun Kalisongo, Desa Plesan, Kecamatan Nguter.
Seorang bayi perempuan mungil ditemukan telantar di teras rumah warga dengan sebuah permintaan khusus yang tertulis di secarik kertas.
Aksi pembuangan bayi ini diduga telah direncanakan dengan matang oleh orang tuanya. Pasalnya, sang bayi sengaja diletakkan di kediaman pasangan suami istri yang diketahui tengah mendambakan kehadiran buah hati namun hingga kini belum miliki anak.
Baca Juga: Pemkab Tasikmalaya Buka Ruang Luas bagi Peran Aktif Pemuda
Kapolsek Nguter, AKP Maryadi, mengungkapkan bahwa identitas yang tertulis dalam surat tersebut mengarah langsung pada penghuni rumah lokasi kejadian.
"Pesannya ada tulisan 'Tolong Mamah Arum dan Papah Bram, tolong rawat adik, kasihani adik', demikian," kata Maryadi saat memberikan keterangan resminya, Kamis, 23 April 2026.
Lebih lanjut, Maryadi membenarkan bahwa nama-nama yang disebut dalam pesan khusus dalam tas tersebut adalah pemilik rumah.
"Itu merupakan pemilik rumah, mereka pasangan suami istri yang informasinya belum memiliki anak," ungkapnya.
Kronologi Penemuan dan Kondisi Bayi
Peristiwa ini mulai terendus warga pada Senin, 20 April 2026 pagi, sekitar pukul 06.00 WIB. Kesunyian desa mendadak pecah saat salah satu warga mendengar suara tangisan bayi yang menyayat hati dari arah sebuah tas yang diletakkan di area permukiman.
Setelah diperiksa, warga menemukan sosok bayi cantik yang terbungkus kain di dalam tas tersebut.
Petugas medis memperkirakan bayi tersebut telah lahir sekitar satu pekan sebelum ditemukan.