Baca Juga: Bisnis Sabu Ratusan Juta Dibongkar, Pasutri di Tasikmalaya Terancam 20 Tahun Penjara
“Diperkirakan bayi berusia sekitar 7 hari. Tali pusar sudah kering dan ari-arinya sudah dipotong,” jelas AKP Maryadi.
Saat ini, bayi tersebut sudah dievakuasi ke Puskesmas terdekat untuk memastikan stabilitas kesehatannya.
Meski ditemukan dalam kondisi terlantar, pihak kepolisian memastikan bahwa bayi tersebut dalam keadaan hidup dan secara umum sehat.
Baca Juga: Gedong Cai Gunung Kokosan Jadi Rebutan, Pimpinan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Saling Klaim Wilayah
Langkah Penyelidikan Kepolisian
Kasus penemuan bayi di Sukoharjo ini kini memasuki tahap penyelidikan intensif. Pihak kepolisian tengah berupaya keras melacak jejak orang tua biologis yang tega meninggalkan darah dagingnya tersebut.
Selain memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian, polisi juga melakukan penyisiran data kependudukan secara mendetail. Langkah mapping dilakukan terhadap seluruh fasilitas kesehatan dan warga di sekitar wilayah Nguter.
"Kami melakukan penyelidikan dan mapping siapa saja yang melahirkan pada bulan April ini. Kami telusuri siapa yang menaruh bayi ini," tandas Maryadi.***