TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Langit pagi di Tasikmalaya seolah ikut menyaksikan haru yang pecah di halaman Islamic Center, Rabu (29/4/2026).
Sebanyak 438 calon jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 11 KJT dilepas menuju Tanah Suci, diiringi tangis keluarga dan doa yang tak putus mengalun.
Pelukan hangat, lambaian tangan, hingga isak tertahan menjadi pemandangan yang menyentuh hati. Bagi sebagian jemaah, momen ini adalah jawaban atas penantian panjang selama bertahun-tahun.
Baca Juga: 15 Tahun, Bank Artha Galunggung Mampu Menjadi BUMD Penyumbang PAD Terbesar di Kabupaten Tasikmalaya
Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan mendalam yang menyejukkan sekaligus menguatkan para tamu Allah.
“Ibadah haji bukan sekadar perjalanan raga, tetapi perjalanan jiwa. Luruskan niat hanya karena Allah SWT, jaga kesehatan, dan tetap saling membantu selama di Tanah Suci,” ucapnya dengan nada penuh harap.
Cecep juga mengingatkan bahwa para jemaah membawa identitas daerah. Ia berharap seluruh jemaah menjaga sikap, kedisiplinan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan selama menjalankan ibadah.
Baca Juga: Gedong Cai Gunung Kokosan Jadi Rebutan, Pimpinan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Saling Klaim Wilayah
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, lanjutnya, telah memastikan seluruh calon jemaah menjalani berbagai tahapan persiapan, mulai dari manasik hingga pemeriksaan kesehatan, agar dapat beribadah dengan aman dan khusyuk.
Di penghujung acara, doa bersama dipimpin langsung oleh Bupati. Harapan dipanjatkan agar seluruh jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Suasana semakin mengharukan saat para jemaah berpamitan. Di hadapan unsur Forkopimda, tokoh agama, dan sejumlah pejabat daerah, tangisan pecah tanpa bisa dibendung. Banyak keluarga yang tak kuasa melepas kepergian orang tercinta.
Salah satunya Kurniasih, seorang jemaah lansia, yang dengan mata berkaca-kaca memohon doa dari keluarganya.
“Ini panggilan Allah. Saya hanya berharap diberi keselamatan dan bisa kembali,” tuturnya lirih.