Urgensi Pendampingan Psikologis Offline
Hingga saat ini, upaya pemulihan terus dicari secara mandiri oleh para korban yang merasa tidak stabil.
Saksi tersebut menekankan pentingnya pertemuan tatap muka dengan tenaga profesional karena rasa takut yang terus berulang sejak Senin malam pasca kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.
"Tolong kalau ada yang punya kenalan Psikolog (prefer offline) kabarin ya. Aku udah gemeteran dari pas kejadian Senin malem, kemarin (tapi sore udah redaan), tapi pagi ini pas naik KRL tiba-tiba begini lagi," lanjutnya dalam unggahan yang kini telah disukai lebih dari 3 ribu pengguna.
Langkah Pemerintah dan Pemulihan Trauma
Merespons fenomena trauma massa ini, instansi terkait mulai bergerak untuk memberikan bantuan mitigasi dampak psikologis.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) bersama tim konselor Polres Metro Bekasi Kota telah menginisiasi program pendampingan bagi para penumpang KRL Line Cikarang yang terdampak.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan ini.
Selain bantuan medis dan psikis, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengupayakan kebijakan khusus agar perusahaan tempat para korban bekerja dapat memberikan keringanan selama masa pemulihan berlangsung.
Tragedi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur ini sendiri mencatat total 106 korban dari pihak penumpang KRL Line Cikarang.
Dengan rincian 16 jiwa meninggal dunia dan 90 orang lainnya luka-luka, penanganan pasca-kejadian kini tidak lagi hanya fokus pada evakuasi fisik, melainkan juga pada rehabilitasi mental jangka panjang bagi mereka yang selamat namun tetap membawa luka batin.***