Dampak Psikologis Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang KRL Line Cikarang Alami Trauma

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 29 April 2026 | 21:49 WIB
Ilustrasi - Kisah pilu korban kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur yang alami trauma hebat di dalam gerbong. Pemulihan psikis kini jadi fokus utama pendampingan.   (Freepik/pressfoto)
Ilustrasi - Kisah pilu korban kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur yang alami trauma hebat di dalam gerbong. Pemulihan psikis kini jadi fokus utama pendampingan. (Freepik/pressfoto)

Baca Juga: Detik-detik Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Argo Bromo Anggrek Panik, KRL Line Cikarang Ringsek

Urgensi Pendampingan Psikologis Offline

Hingga saat ini, upaya pemulihan terus dicari secara mandiri oleh para korban yang merasa tidak stabil.

Saksi tersebut menekankan pentingnya pertemuan tatap muka dengan tenaga profesional karena rasa takut yang terus berulang sejak Senin malam pasca kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.

"Tolong kalau ada yang punya kenalan Psikolog (prefer offline) kabarin ya. Aku udah gemeteran dari pas kejadian Senin malem, kemarin (tapi sore udah redaan), tapi pagi ini pas naik KRL tiba-tiba begini lagi," lanjutnya dalam unggahan yang kini telah disukai lebih dari 3 ribu pengguna.

Baca Juga: Pesan Terakhir dan Mimpi ke Anfield yang Pupus, Duka Mendalam atas Wafatnya Gita Septia di Insiden KRL Bekasi

Langkah Pemerintah dan Pemulihan Trauma

Merespons fenomena trauma massa ini, instansi terkait mulai bergerak untuk memberikan bantuan mitigasi dampak psikologis.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) bersama tim konselor Polres Metro Bekasi Kota telah menginisiasi program pendampingan bagi para penumpang KRL Line Cikarang yang terdampak.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan ini.

Baca Juga: Meniup Ruh Kreatif di Shopping Center Metro, Langkah DKV ITERA Hidupkan Kembali Ikon Kota yang Mati Suri

Selain bantuan medis dan psikis, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengupayakan kebijakan khusus agar perusahaan tempat para korban bekerja dapat memberikan keringanan selama masa pemulihan berlangsung.

Tragedi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur ini sendiri mencatat total 106 korban dari pihak penumpang KRL Line Cikarang.

Dengan rincian 16 jiwa meninggal dunia dan 90 orang lainnya luka-luka, penanganan pasca-kejadian kini tidak lagi hanya fokus pada evakuasi fisik, melainkan juga pada rehabilitasi mental jangka panjang bagi mereka yang selamat namun tetap membawa luka batin.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X