daerah

Memenuhi Antusiasme Warga, Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran Kini Hadir Memukau Masyarakat Kabupaten Garut

Rabu, 6 Mei 2026 | 20:03 WIB
Kemeriahan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran saat melintasi jalanan Kabupaten Garut, menyedot perhatian ribuan warga yang memadati jalur arak-arakan. (Dok. Humas Jabar)

 

GARUT, Mediapriangan.com - Gelombang antusiasme warga yang begitu tinggi memaksa rute Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran diperluas hingga ke wilayah Priangan Timur.

Setelah sukses memikat masyarakat di Sumedang, Ciamis, dan Tasikmalaya, rombongan besar ini akhirnya memenuhi permintaan publik untuk singgah di Kabupaten Garut pada Selasa malam (5/5/2026).

Kegiatan yang bertajuk Sancang Lugay ini dimulai tepat pukul 19.30 WIB, bergerak dari Korem 062 menuju Gedung Bale Dewa Niskala.

Sepanjang 1,7 kilometer rute yang melintasi Jalan Bratayuda dan Jalan A. Yani, ribuan warga tampak memadati sisi jalan, bahkan tidak sedikit yang rela berjalan kaki mengikuti arak-arakan selama 30 menit hingga titik akhir perjalanan.

Baca Juga: Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran Membawa Karisma Mahkota Binokasih ke Berbagai Daerah di Jawa Barat

Iring-iringan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menunggangi kuda putih bernama Victoria.

Tepat di belakangnya, Kereta Kencana Ki Jaga Rasa yang membawa Mahkota Binokasih menjadi pusat perhatian, ditarik oleh empat ekor kuda putih yang tampak gagah.

Selain itu, hadir pula Kereta Kencana Nyimas Melati dan Kereta Kencana Ki Jaka Sunda, diikuti oleh jajaran kuda tunggang kepala daerah setempat.

Baca Juga: Jejak Sejarah Kerajaan-kerajaan yang Ada di Tatar Sunda dalam Kirab Mahkota Binokasih

Sesampainya di panggung utama, Gubernur bersama masyarakat disuguhi beragam atraksi dari sanggar seni perwakilan 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Penampilan dari Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu yang paling menyita perhatian.

Menanggapi atraksi fisik yang ditampilkan para seniman, Gubernur menegaskan bahwa keahlian tersebut merupakan hasil dari kedisiplinan, bukan supranatural.

"Tidak ada magic dalam pagelaran seni, tidak sakit dicambuk bukan karena magic tetapi karena latihan dan teknik yang dipelajari. Tidak ada kesurupan. Semua bisa melakukannya asal rutin latihan, dicambuk pasti kuat," ujar KDM.

Halaman:

Tags

Terkini