daerah

Rachmat Amir Sudyana Soroti Lemahnya Fondasi Ekonomi Kabupaten Tasikmalaya

Selasa, 12 Mei 2026 | 05:50 WIB
Pensiunan ASN Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Rachmat Amir Sudyana, MM. (edited by AI)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Kabupaten Tasikmalaya diperkirakan masih menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks di tengah ketidakpastian kondisi nasional.

Lemahnya daya beli masyarakat, keterbatasan fiskal daerah, hingga rendahnya nilai tambah sektor unggulan menjadi perhatian serius yang dinilai perlu segera diantisipasi.

Pandangan tersebut disampaikan pensiunan ASN Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Rachmat Amir Sudyana, lulusan Pasca Sarjana Magister Manajemen (MM) Universitas Gadjah Mada dengan konsentrasi Manajemen Strategik.

Baca Juga: Kirab Budaya di Cirebon Tampilkan Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi: Sejarah Adalah Jembatan Masa Depan

Menurut Rachmat, struktur ekonomi Kabupaten Tasikmalaya saat ini masih sangat bergantung pada sektor pertanian, UMKM, perdagangan tradisional, dan industri rumah tangga yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan kondisi ekonomi nasional.

“Ketika inflasi meningkat atau daya beli masyarakat melemah, dampaknya akan langsung terasa karena konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” kata Rachmat, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, kondisi pendapatan masyarakat yang relatif terbatas membuat tekanan ekonomi nasional dapat dengan cepat mempengaruhi aktivitas ekonomi lokal.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Bakal Sulap Kawasan Karawang Menjadi Kota Tua Penuh Cinta Lewat Proyek Penataan Infrastruktur

Di sisi lain, keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah juga menjadi tantangan besar. Ketergantungan APBD terhadap dana transfer pusat membuat ruang pembangunan produktif belum optimal.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan banyak program pembangunan lebih fokus pada kegiatan rutin dibanding pembangunan yang bersifat transformasional dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

Rachmat juga menyoroti potensi unggulan daerah seperti kerajinan bordir, anyaman, pertanian, dan perikanan yang dinilai belum berkembang maksimal akibat rendahnya nilai tambah produk.

Baca Juga: Daftar Lengkap Pemain Asing di Liga Voli Korea, Megawati Hangestri Jadi Kepingan Terakhir Hyundai Hillstate

“Masalah utamanya ada pada akses pasar, teknologi produksi, dan integrasi dengan rantai pasok industri besar yang masih lemah,” ujarnya.

Selain itu, efektivitas investasi daerah juga disebut masih perlu ditingkatkan. Ia menilai sejumlah proyek pembangunan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan produktif masyarakat sehingga output ekonomi yang dihasilkan belum optimal.

Halaman:

Tags

Terkini