Dedi Mulyadi Bakal Sulap Kawasan Karawang Menjadi Kota Tua Penuh Cinta Lewat Proyek Penataan Infrastruktur

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 11 Mei 2026 | 21:52 WIB
Wajah baru Karawang segera terwujud! Gubernur Dedi Mulyadi siapkan penataan infrastruktur jalan dan trotoar untuk ciptakan kawasan Kota Tua penuh cinta. (Dok. Humas Jabar)
Wajah baru Karawang segera terwujud! Gubernur Dedi Mulyadi siapkan penataan infrastruktur jalan dan trotoar untuk ciptakan kawasan Kota Tua penuh cinta. (Dok. Humas Jabar)

 

KARAWANG, Mediapriangan.com - Momentum perayaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bertajuk Subang Larang Nebar Kaheman yang berlangsung pada Sabtu (9/5/2026) malam, menjadi titik awal rencana besar bagi wajah perkotaan Karawang.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mencanangkan transformasi besar-besaran yang akan mengubah jalur sepanjang Jalan Tuparev hingga kawasan Alun-alun menjadi destinasi wisata bertema sejarah dan kasih sayang.

Rencana penataan infrastruktur ini bukan sekadar upaya mempercantik jalanan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya Sunda di pusat kota.

Baca Juga: Memenuhi Antusiasme Warga, Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran Kini Hadir Memukau Masyarakat Kabupaten Garut

Menurut sosok yang akrab disapa KDM ini, revitalisasi akan mencakup perbaikan jalan, pembangunan trotoar yang nyaman bagi pejalan kaki, hingga penambahan taman tematik.

"Bersama Pak Bupati kita akan melakukan perbaikan infrastruktur, termasuk jalan, trotoar dan taman, akan dilaksanakan di sepanjang rute kirab. Dan sepanjang jalan nanti akan ada batu tulis yang isinya pesan-pesan cinta. Nanti Alun-alun menjadi kawasan Kota Tua Karawang," imbuh Dedi Mulyadi.

Proyek ambisius ini rencananya akan didanai melalui skema APBD Perubahan 2026 atau APBD murni 2027. KDM menegaskan bahwa perhelatan Kirab Budaya yang menampilkan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake tersebut harus memiliki dampak jangka panjang bagi pembangunan fisik dan mental warga.

Baca Juga: Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran Membawa Karisma Mahkota Binokasih ke Berbagai Daerah di Jawa Barat

Keberadaan prasasti batu tulis yang berisi pesan-pesan moral diharapkan mampu menghidupkan kembali cerita kejayaan masa lalu dalam konteks kekinian.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai kehadiran simbol sejarah dalam kirab tersebut membawa pesan mendalam bagi pola kepemimpinan di daerahnya.

Menurutnya, penataan infrastruktur kota memang harus berjalan selaras dengan pembangunan karakter masyarakatnya.

Baca Juga: Jejak Sejarah Kerajaan-kerajaan yang Ada di Tatar Sunda dalam Kirab Mahkota Binokasih

"Pembangunan di kawasan tidak hanya bertumpu pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus dibangun atas dasar nilai kasih sayang, kebersamaan dan persatuan," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X