BEKASI, Mediapriangan.com - Hari bahagia yang sudah dinanti-nanti oleh pasangan Feny dan Aldy berubah menjadi momen penuh kebingungan dan rasa kecewa mendalam. Gedung Islamic Center Bekasi yang seharusnya menjadi saksi kemegahan pesta pernikahan mereka justru terlihat kosong tanpa dekorasi dan hidangan makanan sama sekali pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Kasus dugaan penipuan WO Marwah Catering Service ini pun langsung menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah beberapa vendor dan pihak keluarga membagikan kondisi memprihatinkan di lokasi acara.
Berdasarkan rekaman yang beredar luas di platform media sosial Threads, situasi di dalam area Islamic Center Bekasi tampak lengang. Kursi-kursi tidak dihias, tidak ada panggung pelaminan, serta area yang seharusnya dipenuhi stall makanan justru kosong tanpa dekorasi apa pun.
Baca Juga: Viral Dugaan Penipuan WO Kamuya Mojokerto, 29 Korban Kejar Refund Rp700 Juta Usai Acara Batal
Untuk menyiasati situasi darurat tersebut, pihak keluarga terpaksa menyediakan camilan ringan seadanya di dekat pintu masuk agar para tamu undangan yang telanjur hadir tidak pulang dengan tangan hampa.
Pihak keluarga dan kerabat yang merekam situasi tersebut mengecam keras tindakan pengelola jasa pernikahan yang tidak bertanggung jawab. Akibat penipuan WO Marwah ini, uang yang telah disetorkan raib dan fasilitas utama tempat acara pun ternyata belum dilunasi oleh pihak penyedia jasa.
"WO Marwah, dia nipu. Ini semuanya nggak ada, vendornya kabur. Harusnya ada resepsi yang bagus, ada catering, dekorasi, semuanya nggak ada," ucap pengunggah video dalam akun Threads @agyo_hadisuwarno pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh akomodasi utama di gedung tersebut sebenarnya belum diselesaikan administrasinya oleh pihak agensi. "Ini jadinya sederhana banget, ala kadarnya. MC belum dibayar, gedung belum dibayar, semuanya belum dibayar," lanjutnya.
Melihat kondisi yang berantakan, pasangan Feny dan Aldy akhirnya mengambil keputusan berat untuk membatalkan seluruh rangkaian acara resepsi mewah yang telah direncanakan.
Prosesi yang tersisa dan dapat diselamatkan hanyalah momen sakral akad nikah, itu pun berjalan dengan suasana yang sangat sederhana dan penuh keterbatasan.
Pengantin wanita, Feny, mengungkapkan langsung kesedihannya atas kekacauan yang menimpa hari istimewanya tersebut. Ketidakhadiran tim pengelola membuat seluruh konsep acara yang telah disusun matang menjadi hancur berantakan.