"Mungkin saja ada satu daerah suka makan serangga (seperti) belalang, ulat sagu, bisa jadi bagian protein," kata Dadan di Rapimnas Perempuan Indonesia Raya, Sabtu, 25 Januari 2025 lalu.
Selain program MBG, perhatian publik juga sempat tertuju pada anggaran BGN yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah. Saat masih menjabat Kepala BGN, Dadan Hindayana menandatangani sejumlah pengadaan yang kemudian menjadi bahan perdebatan publik.
Salah satunya berkaitan dengan pengadaan sepeda motor listrik untuk mendukung operasional program. Dalam penjelasannya saat itu, Dadan menyebut harga yang diperoleh pemerintah lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Baca Juga: Prabowo Subianto Rombak BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk Pimpin Program MBG ke Tahap Berikutnya
"Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp42 juta, di bawah harga pasaran," ujar Dadan di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 8 April 2026.
Selain kendaraan operasional, anggaran BGN juga sempat menjadi sorotan karena mencakup berbagai kebutuhan lain, termasuk pengadaan perlengkapan pendidikan dan pelatihan peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Dalam kesempatan yang sama, Dadan menjelaskan bahwa sejumlah item yang dipersoalkan publik merupakan bagian dari kebutuhan pelatihan peserta program tersebut.
"Ini bagian dari perlengkapan pendidikan peserta SPPI," tukas Dadan.
Kini, setelah Dadan Hindayana resmi menyandang status tersangka korupsi, berbagai kebijakan yang pernah diambil selama memimpin Badan Gizi Nasional kembali menjadi perhatian publik.
Sementara itu, masyarakat masih menunggu penjelasan lengkap dari Kejaksaan Agung mengenai perkara yang menyeret mantan Kepala BGN tersebut, termasuk keterkaitannya dengan tata kelola program MBG dan penggunaan anggaran BGN.***