LOMBOK BARAT, Mediapriangan.com - Pesta nobar Final Piala Dunia 2026 di Lombok Barat berubah menjadi awal petaka. Hanya beberapa jam setelah menyaksikan laga puncak sepak bola dunia bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), justru diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Kini, KPK resmi menetapkan Ahmad Zaini sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pemerintah daerah. Penetapan status hukum itu diumumkan setelah penyidik melakukan gelar perkara atau ekspose pada Selasa (21/7/2026).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan perkara tersebut telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.
"Sudah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa perkara ini naik ke tahap penyidikan," ujar Budi di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Heboh! KPK OTT Bupati Lombok Barat, 19 Orang Terjaring, Uang Ratusan Juta Disita
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena terjadi hanya beberapa jam setelah Ahmad Zaini menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 bersama sejumlah pejabat Pemkab Lombok Barat.
Usai acara tersebut, Bupati kembali ke rumah dinasnya. Namun, pagi harinya tim KPK bergerak cepat melakukan operasi senyap.
Tak lama berselang, ruang kerja Bupati Lombok Barat di kompleks perkantoran pemerintah langsung dipasangi garis penyegelan oleh penyidik KPK.
Tak hanya itu, ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPK), Lalu Ratnawo, juga ikut disegel sekitar pukul 07.30 WITA.
Penyegelan dua ruangan strategis tersebut sontak menggegerkan lingkungan Pemkab Lombok Barat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat, Akhmad Saikhu, mengaku tidak mengetahui adanya operasi KPK sebelum tiba di kantor.
Ia mengatakan, beberapa jam sebelumnya dirinya masih berada bersama Bupati Ahmad Zaini mengikuti nobar Final Piala Dunia hingga menjelang pagi.
Artikel Terkait
Babak Baru Skandal Suap DJKA, KPK Bidik Klaster Kepala Balai Kemenhub Terkait Aliran Gratifikasi Proyek Kereta Api
OTT KPK di Imigrasi Jakarta Barat, Dugaan Korupsi Pengurusan KITAP-KITAS WNA Seret Belasan Orang
Fakta Temuan Platina 55 Kg di Mobil Bupati Langkat, KPK Taksir Nilainya Capai Rp40 Miliar
Menhut Raja Juli Lapor Dugaan Amplop Bupati Kuansing ke KPK, Statusnya Masih Diverifikasi
Dugaan Lonjakan Harta AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK, GHARIS Soroti Data LHKPN hingga 700 Persen
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka KPK, Diduga Terima Setoran Upah Pungut Rp2,93 Miliar