TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Seleksi terbuka atau Open Bidding Sekda Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya menjadi proses pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Lebih dari itu, seleksi tersebut menjadi momentum untuk menghadirkan sosok pemimpin birokrasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin dinamis.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana mengatakan, Sekretaris Daerah memiliki posisi yang sangat vital dalam menggerakkan roda pemerintahan. Karena itu, figur yang terpilih harus benar-benar memenuhi kebutuhan daerah saat ini dan masa mendatang.
Menurut Usman, Kabupaten Tasikmalaya memerlukan Sekda yang tidak hanya unggul dari sisi administrasi pemerintahan, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan yang mampu mengonsolidasikan seluruh kekuatan birokrasi.
"Jabatan Sekda merupakan posisi sentral dalam pemerintahan daerah. Sosok yang terpilih harus mampu menjadi penggerak sekaligus pengendali birokrasi agar seluruh program pembangunan berjalan efektif," ujarnya.
Baca Juga: Open Bidding Sekda Tasikmalaya Jangan Sekadar Formalitas
Menguasai Tata Kelola Pemerintahan dan Keuangan
Usman menegaskan, kriteria utama yang harus dimiliki calon Sekda adalah kompetensi yang kuat dalam bidang pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah.
Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini membutuhkan pejabat yang memahami secara mendalam mekanisme perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, hingga pengawasan.
Kemampuan tersebut dinilai penting untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah berjalan sesuai regulasi sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Figur Sekda harus memiliki landasan keilmuan yang kuat serta pengalaman yang cukup dalam tata kelola pemerintahan dan keuangan. Ini menjadi modal penting dalam menjaga kualitas pelayanan dan pembangunan daerah," katanya.
Baca Juga: Seleksi Sekda Kabupaten Tasikmalaya Masuk Tahap Asesmen, Empat Kandidat Bersaing Ketat
Komunikator Andal di Tengah Dinamika Birokrasi
Selain aspek kompetensi, Usman juga menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi. Menurut dia, Sekda merupakan figur yang setiap hari berhadapan dengan berbagai persoalan birokrasi yang membutuhkan pendekatan komunikatif dan solutif.
Sebagai koordinator perangkat daerah, Sekda harus mampu membangun komunikasi yang sehat, menciptakan suasana kerja yang harmonis, serta menjadi jembatan antara kebijakan kepala daerah dengan pelaksana di lapangan.