Baca Juga: HUT ke-118 INI, 95 Notaris Kota Tasikmalaya Perkuat Hukum Waris Islam untuk Cegah Sengketa Waris
Di sisi lain, laju inflasi Kota Tasikmalaya berhasil tertahan oleh turunnya harga sejumlah komoditas, seperti daging ayam ras, telur ayam ras, emas perhiasan, jeruk, dan ketimun.
Penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras dipengaruhi oleh pasokan yang relatif memadai serta menurunnya permintaan akibat penutupan MBG atau penghentian sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis selama masa libur sekolah.
"Sedangkan untuk penurunan harga emas perhiasan, sejalan dengan koreksi harga emas global dan penyesuaian harga jual di tingkat pedagang," katanya.
Secara tahunan, beberapa komoditas masih menjadi penyumbang inflasi yang perlu diwaspadai, di antaranya emas perhiasan, minyak goreng, beras, mobil, bensin, sigaret kretek tangan, sate, pasir, cabai rawit, serta laptop atau notebook.
"Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian inflasi ke depan tidak hanya perlu difokuskan pada pangan bergejolak, tetapi juga pada komoditas yang dipengaruhi oleh harga energi, komoditas global, biaya produksi, dan permintaan masyarakat," jelasnya.
Mencermati perkembangan ekonomi, indikator harga, dan tren historis inflasi Kota Tasikmalaya, Bank Indonesia memperkirakan tekanan inflasi pada Juli 2026 tetap terkendali.
"Risiko tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan mobilitas masyarakat pada periode libur sekolah, kenaikan kebutuhan menjelang tahun ajaran baru, dampak lanjutan penyesuaian harga BBM nonsubsidi, serta potensi tekanan pada komoditas pangan strategis," terang Adhy.
Selain itu, risiko cuaca ekstrem dan potensi El Nino pada periode Juli hingga September 2026 juga perlu diantisipasi karena dapat memicu kekeringan, mengganggu pola tanam, menurunkan produksi pangan, serta memengaruhi ketersediaan pasokan hortikultura dan komoditas pangan strategis.
Terkait hal tersebut, Bank Indonesia Tasikmalaya berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama seluruh anggota TPID se-Priangan Timur melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
Program tersebut mengedepankan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
"Stabilitas inflasi yang terjaga diharapkan dapat mendukung daya beli masyarakat, memperkuat keyakinan pelaku usaha, serta menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing," terang Adhy.