daerah

Lahan Sawah Kering, Petani Kota Tasikmalaya Beralih ke Tanaman Palawija untuk Bertahan di Musim Kemarau

Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:31 WIB
Sejak musim kemarau tiba, petani di Kampung Nanggela, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, memanfaatkan lahan pertaniannya dengan tanaman palawija. (Dok. AMS)

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nanggela Mukti, Dadang Muhammad Firmansyah, mengatakan lahan pertanian di Kampung Nanggela dan sekitarnya memang bisa disebut sebagai lahan tadah hujan.

Hal itu, kata dia, dikarenakan lahan di daerahnya sudah hampir dua tahun tidak lagi mendapat suplai air dari irigasi dan hanya mengandalkan air hujan.

Menurutnya, Sungai Cikunten sebagai satu-satunya penyuplai air sudah tidak lagi berfungsi.

"Hampir sejak dua tahun ke belakang, Sungai Cikunten tidak lagi bisa menyuplai air dikarenakan sumber air dari hulu sungai mulai menyusut," katanya.

Baca Juga: Debit Air Situ Gede Surut Drastis, 250 Hektare Lahan Pertanian di Kota Tasik Terancam Kekeringan

Akibatnya, lanjut Dadang, selama ini lahan di wilayahnya hanya mengandalkan air hujan atau menjadi lahan tadah hujan.

Sehingga, kata dia, untuk ditanami padi, dalam satu tahun hanya bisa ditanami dua kali musim tanam. Itu pun sering kali gagal panen akibat terbatasnya pengairan.

"Kami sudah beberapa kali minta kepada pihak pemerintah agar wilayah kami mendapat perhatian dari sisi pengairan," ujar Dadang.***

Halaman:

Tags

Terkini