SOLOK SELATAN, Mediapriangan.com - Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan siswa SMAN 1 Solok Selatan menjadi perbincangan luas di media sosial. Para siswa menyampaikan aspirasi di lingkungan sekolah menyusul munculnya dugaan tindakan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum guru.
Video aksi tersebut beredar di berbagai platform media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @infosolsel. Dalam rekaman itu, tampak sejumlah siswa membawa spanduk bertuliskan "Stop Penyimpangan" sebagai bentuk protes atas dugaan tindakan tidak pantas yang disebut terjadi di lingkungan sekolah.
Berdasarkan keterangan yang menyertai unggahan, aksi berlangsung setelah upacara bendera pada Senin (27/7/2026) di lapangan sekolah.
"Cuplikan demo di SMAN 1 Solok Selatan yang menuntut oknum guru olahraga yang diduga melakukan tindakan tidak menyenangkan terhadap murid," demikian keterangan dalam unggahan yang dipublikasikan pada Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: Megawati Hangestri Jadi Sampul The Volleyball Magazine, Disebut Kim Yeon Kyung nya Indonesia
Dugaan Pelecehan dan Chat Jadi Sorotan
Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan dugaan tindakan tersebut mengarah pada pelecehan seksual terhadap siswa lakilaki. Namun hingga kini, tudingan tersebut masih berupa dugaan dan belum ada penetapan hukum yang diumumkan oleh aparat berwenang.
Akun X @NTRL_id juga mengunggah informasi mengenai keresahan yang dirasakan para siswa. Dalam unggahan itu disebutkan adanya dugaan perilaku tidak pantas yang dilakukan seorang oknum guru terhadap peserta didik lakilaki.
Selain itu, beredar pula klaim mengenai percakapan melalui aplikasi pesan yang diduga melibatkan oknum guru dengan salah seorang siswa. Isi percakapan tersebut disebut memicu ketidaknyamanan di kalangan warga sekolah.
Unggahan yang sama juga mengklaim bahwa dugaan perilaku tersebut telah menjadi pembicaraan di lingkungan sekolah dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun informasi tersebut masih memerlukan pembuktian melalui proses penanganan resmi.
Dalam video yang beredar, terdengar pengumuman melalui pengeras suara yang meminta lima perwakilan siswa bertemu dengan pihak sekolah untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Pemerintah Daerah Turun Tangan