Kedatangan korban kemudian memicu situasi yang semakin ramai. Pria yang diduga sebagai pelaku disebut menghubungi sejumlah rekannya.
Tidak lama berselang, sejumlah pria datang ke lokasi. Menurut versi korban, kehadiran rombongan tersebut membuat situasi berubah menjadi tegang dan bernuansa intimidasi.
Upaya Mediasi Justru Berujung Kekerasan
Persoalan kemudian dibawa menuju rumah Ketua RT dengan maksud mempertemukan pihak-pihak yang terlibat dan mencari jalan keluar.
Namun, proses yang diharapkan menjadi mediasi justru berubah menjadi keributan.
Saat itu, terduga pelaku disebut berusaha meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor yang dibawa salah seorang rekannya. Rekan Viola kemudian berupaya mencegah pria tersebut pergi.
Situasi tersebut memicu benturan antara kedua kelompok. Viola mengaku dirinya dan rekannya turut menjadi sasaran kekerasan.
Korban menyebut dirinya sempat didorong hingga terjatuh ke jalan. Ia juga mengalami luka pada bagian tangan.
Dalam perkembangan berikutnya, dugaan intimidasi tidak hanya ditujukan kepada korban curanmor di Bekasi oleh rombongan yang datang bersama terduga pelaku.
Viola juga menyampaikan tudingan terhadap Ketua RT setempat beserta anaknya.
"Temen saya malah dipukulin, saya pun ikut dipukul dan didorong ampe jatoh dan tangan saya berdarah," beber Viola.
"RT-nya malah ikut-ikutan (intimidasi), anak RT juga ikut mukul saya," imbuhnya.
Baca Juga: Diduga Berawal dari Puntung Rokok, Kebakaran Lahan Satu Hektare di Sukaresik Berhasil Dicegah Meluas