"Atas nama pribadi maupun Pemerintah Daerah, kami memohon maaf apabila penerimaan kami masih jauh dari kata sempurna. Namun percayalah, ini merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami dapat berkumpul serta bersilaturahmi bersama para raja-raja Nusantara di Kabupaten Ciamis," ucapnya.
Prosesi Berlanjut ke Situs Karang Kamulyan
Setelah agenda ramah tamah di Pendopo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Cagar Budaya Situs Karang Kamulyan.
Di kawasan tersebut, para peserta mengikuti prosesi adat yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh.
Situs Karang Kamulyan selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki keterkaitan dengan jejak peradaban Galuh. Kehadiran rombongan raja dan sultan Nusantara di lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali situs sejarah kepada masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan di Ciamis mengusung tema "Galuh Galeuhna Galih". Tema tersebut menjadi bagian dari pesan pelestarian budaya, penguatan kecintaan generasi muda terhadap sejarah leluhur, serta upaya mempertemukan pemerintah, keraton, budayawan, dan masyarakat dalam menjaga warisan Tatar Galuh.
Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh Digelar di Keraton Selagangga
Setelah rangkaian kegiatan pada Jumat, agenda Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh berlanjut pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Prosesi utama dijadwalkan berlangsung di Keraton Selagangga Ciamis.
Agenda tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan yang membawa kembali perhatian para raja dan sultan Nusantara ke Ciamis.
Melalui rangkaian Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh, Ciamis menjadi ruang pertemuan bagi para pemangku tradisi keraton sekaligus lokasi untuk mengenalkan jejak Kerajaan Galuh dan Tatar Galuh kepada masyarakat yang lebih luas.
Kehadiran raja dan sultan Nusantara, kunjungan ke Makam Raja Galuh, prosesi adat di Situs Karang Kamulyan, hingga agenda utama di Keraton Selagangga menjadi satu rangkaian kegiatan budaya yang berlangsung di Ciamis pada 7 dan 8 Agustus 2026.***