Operasi di Kampung Bahari hingga Kamis masih berlangsung. Sekitar 250 personel gabungan BNN dan Polda Metro Jaya dikerahkan untuk mengamankan lokasi sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya perlawanan lanjutan.
Sejumlah orang telah diamankan, termasuk MR dan beberapa orang yang diduga merupakan bagian dari jaringan atau loyalisnya.
Mereka kemudian dibawa ke Kantor BNN Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: 90 Karhutla Terjadi di Jawa Barat, Dishut Jabar Perketat Patroli Saat Musim Kemarau
Aparat kini tidak hanya berupaya mengamankan kawasan, tetapi juga membongkar jaringan yang diduga selama ini menopang aktivitas peredaran narkotika di Kampung Bahari.
BNN dijadwalkan memberikan keterangan lebih lengkap mengenai hasil operasi, termasuk rincian barang bukti narkotika, aset serta pihakpihak yang diamankan.
Penangkapan Bos, Membuka Jaringan
Penangkapan MR menjadi titik penting dalam operasi kali ini. Sebab, dari sosok yang selama ini diburu tersebut, aparat mendapatkan pintu masuk untuk menelusuri lokasi penyimpanan narkotika, aset yang diduga berkaitan dengan jaringan hingga orangorang yang berada di lingkarannya.
Baca Juga: Ekshumasi Jenazah Sutrimo Dimulai, Polisi Telusuri Kematian yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah
Kampung Bahari sendiri bukan wilayah yang asing dalam catatan pemberantasan narkotika. Kawasan tersebut telah lama menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian aparat dalam penanganan peredaran narkoba.
Karena itu, operasi terbaru BNN dan Polda Metro Jaya tidak sekadar menjadi penggerebekan terhadap satu lokasi.
Di balik penangkapan MR, aparat kini menghadapi pekerjaan yang lebih besar: memutus mata rantai jaringan narkoba, menelusuri sumber kekayaan yang diduga berasal dari bisnis haram, sekaligus memastikan pengendali lain tidak kembali mengambil alih jaringan yang ditinggalkan.
Perlawanan menggunakan mercon dan petasan justru memperlihatkan bahwa pekerjaan aparat belum selesai.
Bosnya telah ditangkap. Namun jaringan di belakangnya masih harus dibongkar sampai ke akarnya.***