Sopir Truk Bali Kritis dengan Luka Bakar 68 Persen, Diduga Dibakar Bos karena Masalah Setoran

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 27 September 2026 | 22:17 WIB
Sopir truk Bali GS mengalami luka bakar 68 persen dan masih kritis. I Putu CP, bosnya, telah ditetapkan sebagai tersangka. (Instagram.com/@denpasar.viral)
Sopir truk Bali GS mengalami luka bakar 68 persen dan masih kritis. I Putu CP, bosnya, telah ditetapkan sebagai tersangka. (Instagram.com/@denpasar.viral)

 

BALI, Mediapriangan.com - Kondisi seorang sopir truk Bali berinisial GS, 21, masih kritis setelah mengalami luka bakar 68 persen dalam insiden yang terjadi di Kabupaten Karangasem.

GS kini menjalani perawatan intensif di Ruang ICU Burns Unit RSUP Prof Ngoerah, Denpasar. Korban dilaporkan belum sadarkan diri dan masih membutuhkan bantuan alat untuk mempertahankan fungsi pernapasannya.

Dalam kasus tersebut, I Putu CP, 37, yang merupakan bos korban telah ditetapkan sebagai tersangka. Peristiwa ini diduga bermula dari masalah setoran sebelum keduanya terlibat cekcok.

Luka bakar 68 persen yang dialami sopir truk Bali tersebut membuat penanganan medis harus dilakukan secara intensif. Pihak rumah sakit menyebut bagian tubuh yang mengalami luka paling parah berada di area dada hingga melingkar ke punggung.

Baca Juga: KPK Ungkap Alasan Bupati Bolmut Jadi Tersangka Tunggal, Fee Proyek Diduga Capai 10 Persen

Tim medis juga masih mempertahankan selang napas dan ventilator karena ditemukan indikasi trauma inhalasi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya sisa jelaga yang masuk ke saluran pernapasan korban.

Dokter spesialis bedah plastik, dr. Agus Roy Rusly Hariantana Hamid, menjelaskan luka yang dialami GS termasuk derajat 2B hingga 3.

"Luka bakar di atas 40 persen ditambah adanya trauma inhalasi memiliki risiko kematian 300 kali lipat lebih tinggi secara teori," kata dr. Roy dalam keterangannya pada Selasa, 22 September 2026.

Jika mampu melewati masa kritis, korban masih berpotensi menjalani rangkaian tindakan medis dalam jumlah besar.

Baca Juga: Dandim Samarinda Minta Maaf, Oknum TNI Diperiksa Usai Bersitegang dengan Kasatpol PP saat Penertiban Kafe

"Pasien mungkin membutuhkan 10 hingga 12 kali tindakan operasi jika berhasil melewati masa kritis 14 hari pertama," tandasnya.

Di tengah perawatan tersebut, persoalan biaya pengobatan juga menjadi beban keluarga. Berdasarkan unggahan akun Instagram infokarangasem_id pada Rabu, 23 September 2026, GS diperkirakan membutuhkan empat hingga lima kali operasi.

"Korban diperkirakan harus menjalani empat hingga lima kali operasi, dengan biaya setiap operasi sekitar Rp20 juta," tulis postingan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terbongkar! Anak 10 Tahun Diduga Jadi Korban Pencabulan

Kamis, 24 September 2026 | 05:35 WIB
X