Temuan senjata api dan senjata tajam dalam operasi ini menjadi perhatian tersendiri karena mengindikasikan jaringan tersebut tidak hanya memiliki kekuatan finansial, tetapi juga diduga menyiapkan perlengkapan untuk melindungi aktivitas ilegal mereka.
Baca Juga: Sinopsis Film Seni Merayu Tuhan, Kisah Ari Irham Mencari Makna Iman Usai Kehilangan Sang Ibu
Penggerebekan Diwarnai Perlawanan
Setelah MR diamankan, aparat melakukan pengembangan menuju lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas jaringan di Kampung Bahari.
Namun operasi tidak berjalan mudah.
Saat petugas memasuki kawasan tersebut, kelompok yang diduga loyalis MR melakukan perlawanan menggunakan petasan dan mercon.
Bentrok pun sempat terjadi hingga aparat melakukan tindakan pengamanan untuk menguasai situasi.
Ratusan personel gabungan dari BNN dan Polri diterjunkan dalam operasi tersebut guna memastikan penggerebekan dapat berlangsung aman sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya perlawanan lanjutan.
Baca Juga: Rumah MC Tantangan Hafalan Al Quran Berhadiah Miras Digeruduk Massa, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
Membongkar Jaringan, Bukan Sekadar Menangkap Buronan
Penangkapan MR dinilai menjadi salah satu pengungkapan penting dalam upaya pemberantasan narkotika di ibu kota.
Selain mengamankan seorang buronan lama, aparat kini memiliki pintu masuk untuk menelusuri jaringan distribusi narkoba, aliran dana, hingga aset yang diduga berasal dari tindak pidana narkotika.
Pendalaman terhadap dugaan pencucian uang juga menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba tidak lagi hanya berfokus pada penyitaan barang haram, tetapi juga menyasar sumber kekuatan ekonomi jaringan tersebut.
Dengan penyitaan uang tunai miliaran rupiah, aset hampir Rp40 miliar, kendaraan mewah, serta berbagai senjata, BNN berupaya memutus kemampuan finansial kelompok tersebut agar tidak kembali menjalankan bisnis ilegalnya.
Penyidikan terhadap MR dan pihak-pihak yang diduga terlibat masih terus berlangsung. Aparat juga membuka kemungkinan adanya tersangka lain seiring pendalaman terhadap jaringan yang selama ini diduga beroperasi di kawasan Kampung Bahari.***