BERASTAGI, Mediapriangan.com - Penanganan medis terhadap ratusan pelajar di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi perhatian setelah muncul dugaan keracunan MBG pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Sedikitnya 269 siswa tercatat mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka berasal dari tiga sekolah, dengan jumlah terbanyak dari SMAN 1 Berastagi.
Data tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Zulkarnain Barus pada Kamis sore. Menurut pendataan sementara, sebanyak 204 siswa berasal dari SMAN 1 Berastagi, 25 siswa dari SMA Swasta Bersama, dan 40 siswa lainnya merupakan pelajar SMK Swasta Bersama.
Baca Juga: Challenge Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras Berujung 4 Tersangka, Polisi Ungkap Peran Masing-Masing
Jumlah tersebut masih bersifat sementara. Zulkarnain menyebut pendataan terhadap siswa yang mengalami gejala terus dilakukan sehingga angka korban masih memungkinkan berubah.
“Data ini kemungkinan masih terus bertambah ya,” ujar Zulkarnain kepada awak media pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Para pelajar yang membutuhkan penanganan kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan. Di antaranya Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.
Evakuasi Siswa Berlangsung Berjam-jam
Situasi di lingkungan sekolah sempat dipenuhi aktivitas evakuasi. Sejumlah ambulans datang untuk membawa pelajar yang mengalami keluhan setelah menerima makanan MBG.
Rekaman video mengenai proses tersebut kemudian beredar di media sosial. Salah satu unggahan yang memperlihatkan kondisi di lokasi dibagikan akun Instagram @fakta_medan.
Dalam video yang beredar, sejumlah siswa terlihat dipindahkan menggunakan tandu dan brankar. Sebagian lainnya dievakuasi menggunakan kursi roda sebelum dibawa menuju fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Orang Tua Affan Kurniawan Minta Tak Ada Peringatan Setahun, Hanya Ingin Anaknya Didoakan