Suasana serupa juga terlihat di ruang instalasi gawat darurat. Para pelajar tampak menjalani pemeriksaan dalam kondisi yang beragam, sementara beberapa di antaranya menunjukkan gejala seperti mual hingga menangis.
Proses evakuasi disebut berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB. Banyaknya siswa yang membutuhkan pertolongan membuat sejumlah fasilitas kesehatan harus menangani kedatangan pasien dalam waktu berdekatan.
Peristiwa yang menimpa siswa Berastagi tersebut kemudian menjadi perhatian karena jumlah pelajar yang mengalami gejala cukup besar. Dari total sementara 269 siswa, SMAN 1 Berastagi menjadi sekolah dengan jumlah laporan terbanyak.
Baca Juga: RUU Ketenagakerjaan Dikebut, DPR Buka Ruang Buruh Soroti Upah hingga Pesangon
SMAN 1 Berastagi Catat Korban Paling Banyak
Dari keseluruhan data sementara, 204 pelajar SMAN 1 Berastagi dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG.
Jumlah itu jauh lebih banyak dibandingkan dua sekolah lainnya. SMA Swasta Bersama tercatat 25 siswa, sedangkan SMK Swasta Bersama sebanyak 40 siswa.
Dengan demikian, SMAN 1 Berastagi menjadi titik sekolah dengan laporan terbanyak dalam peristiwa dugaan keracunan makanan tersebut.
Baca Juga: Ambulans Tabrak Bocah 10 Tahun Saat Karnaval HUT RI di Pinrang, Polisi Ungkap Fakta di Baliknya
Meski demikian, penyebab pasti munculnya keluhan pada para pelajar belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan data korban. Pemeriksaan dan investigasi diperlukan untuk memastikan apakah kondisi tersebut benar-benar berkaitan dengan makanan yang dibagikan melalui program MBG.
Kasus keracunan MBG di Berastagi juga mendapat perhatian Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala BGN Sudaryono menyatakan pihaknya akan memeriksa dapur penyedia makanan yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Baca Juga: BNN Tangkap Bos Gendut di Kampung Bahari, Buron Kasus Sabu 98 Kilogram Sejak 2025
BGN Siapkan Investigasi dan Sanksi untuk Dapur SPPG
Sudaryono menegaskan, setiap kejadian keracunan yang berkaitan dengan pelaksanaan program akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan. Langkah tersebut mencakup penghentian sementara operasional dapur serta evaluasi terhadap kepala SPPG.
Artikel Terkait
PKB Terus Bersinergi dengan Nahdliyin, Oleh Soleh Ingatkan Fatayat NU Bijak Gunakan Media Sosial
11 Kantor Pemkab Puncak Dibakar Massa, Polisi Ungkap Awal Kericuhan soal Dana Desa
Rumah MC Tantangan Hafalan Al Quran Berhadiah Miras Digeruduk Massa, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
PT Palawi Risorsis Renovasi Patuha Resort, Tingkatkan Kenyamanan Wisatawan di Bandung Selatan
Tukang Cukur Bogor Minta Maaf usai Viral soal Bendera Merah Putih, Tegaskan Indonesia Sudah Merdeka
Bos Narkoba MR Ditangkap, Kampung Bahari Bergejolak: Loyalis Serang Aparat dengan Mercon