Baca Juga: Gempa 6,9 M Guncang Filipina: Ibu dan Anak Berpelukan di Mall Mindanao, Gedung dan Gereja Runtuh
Gempa Kalabahi 1991
Setahun sebelumnya, tepatnya pada 4 Juli 1991, Kalabahi, Alor, mengalami gempa berkekuatan magnitudo 6,2 dengan kedalaman 29 kilometer.
Bencana tersebut menyebabkan 23 orang meninggal dunia dan 181 lainnya mengalami luka-luka. Sekitar 5.400 warga kehilangan tempat tinggal, sementara 1.150 bangunan dilaporkan hancur.
Gempa Alor Timur 1989
Pada 15 Juli 1989, gempa berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Alor Timur. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer.
Guncangan menyebabkan sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan berat.
Baca Juga: Semalaman Indonesia Diguncang 15 Gempa, dari Bekasi hingga Papua, BMKG Minta Warga Tetap Tenang
Gempa Kupang 1975
Jauh sebelum rangkaian gempa besar di Flores dan Alor, Kupang juga pernah diguncang gempa pada 30 Juli 1975.
Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,1 dengan kedalaman 30 kilometer. Berdasarkan catatan yang dihimpun, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Rangkaian peristiwa itu memperlihatkan panjangnya sejarah gempa bumi NTT. Dari gempa yang menimbulkan kerusakan bangunan hingga bencana yang disertai tsunami dan korban jiwa dalam jumlah besar, ancaman gempa terus menjadi bagian dari risiko kebencanaan di wilayah tersebut.
Kini, perhatian kembali tertuju pada penanganan korban gempa NTT setelah bencana magnitudo 7,7 melanda Flores. Pendataan kerusakan, penanganan warga terdampak, serta pemulihan fasilitas publik menjadi bagian penting dari proses setelah bencana.***