daerah

5 Ton Rendang dari Sumbar untuk Korban Gempa NTT, Terinspirasi Bantuan Saat Bencana 2009

Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:54 WIB
Sumbar mengirim 5 ton rendang untuk korban gempa NTT. Bantuan ini mengingatkan pada solidaritas warga saat Sumbar dilanda gempa 2009. (Instagram/undercover.id)

 

Mediapriangan.com - Sebanyak 5 ton rendang disiapkan masyarakat Sumatera Barat atau Sumbar untuk dikirim kepada korban gempa NTT. Bantuan pangan tersebut menjadi bentuk solidaritas masyarakat Minangkabau setelah gempa NTT mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.

Pengiriman rendang dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, sebanyak 700 kilogram rendang telah diberangkatkan menggunakan penerbangan TNI Angkatan Udara untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan para korban gempa NTT.

Aksi tersebut digelar melalui kolaborasi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar dan Gebu Minang Sumbar. Sejumlah unsur masyarakat Minangkabau ikut bergotong royong menyiapkan rendang sebelum bantuan diberangkatkan ke wilayah terdampak.

Bagi masyarakat Sumbar, pengiriman rendang bukan sekadar bantuan makanan. Langkah itu juga membawa ingatan terhadap pengalaman ketika Sumbar pernah menghadapi bencana besar dan menerima dukungan dari masyarakat berbagai daerah.

Baca Juga: Ansor dan Akademisi NU Tasikmalaya Kritik Undangan KDM ke Syuriah NU Jelang Muktamar

Terinspirasi Bantuan Saat Gempa 2009

Wali Kota Padang sekaligus Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, Fadly Amran, turut terlibat dalam kegiatan memasak rendang yang diperuntukkan bagi korban gempa NTT.

Fadly mengatakan gerakan tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat adat Minangkabau terhadap warga yang tengah menghadapi musibah.

"Ini merupakan bentuk kepedulian para niniak mamak kepada anak kemenakan yang sedang menghadapi musibah," kata Fadly dikutip dalam keterangannya, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurut Fadly, kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana perlu diwujudkan dalam bentuk tindakan. Apalagi, bencana dapat terjadi tanpa mengenal wilayah dan waktu.

Baca Juga: Biaya Haji 2027 Melonjak Jadi Rp107 Juta, Jemaah Justru Diusulkan Bayar Rp42,9 Juta

Ia kemudian mengingat kembali situasi ketika Kota Padang diguncang gempa pada 2009. Saat itu, bantuan dari berbagai daerah berdatangan untuk membantu masyarakat yang terdampak.

"Ketika Kota Padang mengalami gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu, banyak pihak yang datang membantu," sebut Fadly.

Halaman:

Tags

Terkini