daerah

Hari Indonesia Menabung 2026, OJK Tasikmalaya Bekali 80 Pelajar soal Risiko Keuangan hingga Bahaya Judol

Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:12 WIB
Kegiatan edukasi keuangan kepada 80 pelajar jenjang SD, SMP, dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya oleh OJK dalam rangkaian peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 pada Rabu, 19 Agustus 2026. (Dok. AMS)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus mendorong pelajar membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya menabung sekaligus meningkatkan ketahanan pelajar dalam menghadapi berbagai risiko keuangan, termasuk judi online (judol).

Upaya tersebut disampaikan OJK melalui edukasi keuangan kepada 80 pelajar jenjang SD, SMP, dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, dalam rangkaian peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Edukasi keuangan dikemas secara interaktif dengan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Para pelajar diajak memahami cara mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan menabung, serta memahami pentingnya perencanaan keuangan sebagai salah satu bekal untuk mencapai cita-cita.

Baca Juga: HUT RI ke-81, OJK Tasikmalaya dan Industri Jasa Keuangan Priangan Timur Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Asisten Manajer Kantor OJK Tasikmalaya Andriani Alfiah Kurnia dalam sesi edukasi menekankan pentingnya membangun kebiasaan keuangan sehat sejak usia sekolah.

"Cita-cita tidak hanya membutuhkan semangat untuk belajar, tetapi juga perlu didukung dengan kebiasaan merencanakan keuangan. Mulailah dari hal sederhana: atur uang saku, sisihkan untuk menabung, dan jangan mudah menghabiskan uang hanya karena mengikuti keinginan,” ujar Andriani.

Selain mendorong budaya menabung, OJK Tasikmalaya juga memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai bahaya judi online (judol) yang dapat dikemas menyerupai permainan daring.

Pelajar dikenalkan dengan sejumlah ciri yang perlu diwaspadai, antara lain permainan yang meminta deposit atau top up untuk memperoleh peluang mendapatkan uang atau hadiah bernilai uang, menawarkan keuntungan secara cepat, serta mendorong pemain terus mempertaruhkan uang setelah mengalami kekalahan.

Baca Juga: OJK Tasikmalaya Bekali 91 Anggota Pramuka dengan Literasi Keuangan dan Bahaya Judi Online

Hari Indonesia Menabung 2026 di Tasikmalaya diisi edukasi keuangan untuk 80 pelajar, termasuk cara menabung dan mengenali risiko judol sejak dini. (Dok. AMS)

Andriani mengingatkan pelajar agar tidak mudah terkecoh oleh tampilan permainan yang menarik maupun iming-iming mendapatkan uang secara instan.

"Kalau sebuah game meminta kita mempertaruhkan uang dengan harapan mendapatkan uang yang lebih besar berdasarkan hasil permainan atau keberuntungan, itu sudah menjadi tanda yang harus diwaspadai. Jangan sampai keinginan mendapatkan uang secara instan justru merusak masa depan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya Heri Haerudin menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi keuangan menjadi bagian penting dalam membekali pelajar dengan kecakapan hidup.

Halaman:

Tags

Terkini