hukum

Polres Tasikmalaya Kota Autopsi Jenazah Remaja IMM, Hasil Forensik Jadi Kunci Ungkap Penyebab Kematian

Kamis, 3 September 2026 | 15:32 WIB
Autopsi jenazah remaja IMM dilakukan Polres Tasikmalaya Kota. Hasil forensik untuk mengungkap penyebab kematian dalam penyidikan. (Dok. Polres Tasikmalaya Kota)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Polres Tasikmalaya Kota kini melakukan autopsi terhadap jenazah remaja berinisial IMM (16) yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban bentrokan di Jalan E.Z. Muttaqin, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Autopsi jenazah dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban yang sebelumnya mengalami luka serius di bagian kepala usai insiden yang terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 02.15 WIB.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Rangga Fardhela mengatakan, jenazah korban telah dibawa ke Bandung untuk menjalani pemeriksaan autopsi oleh tim forensik.

Baca Juga: Bentrokan Maut di Tasikmalaya, Remaja 16 Tahun Tewas dengan Luka Kepala Serius, Diduga Dianiaya Geng Motor

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan guna memperoleh bukti ilmiah yang dapat mendukung proses penyidikan dan mengungkap secara jelas penyebab kematian korban.

"Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban, kami telah melakukan autopsi terhadap jenazah di Bandung. Hasilnya masih menunggu dari tim forensik," ujar AKP Januar Rangga Fardhela, Kamis (3/9/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diketahui berada dalam satu sepeda motor Honda Beat bersama dua rekannya, yakni ZG (18) dan RA (17). Ketiganya diketahui berboncengan tiga saat melintas di kawasan Jalan E.Z. Muttaqin, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Makin Besar, Warga 1 RT Dievakuasi akibat Asap Pekat

AKP Januar Rangga Fardhela menegaskan, selain melakukan autopsi jenazah, penyidik saat ini masih bekerja mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Selain memeriksa lokasi kejadian perkara (TKP), penyidik juga telah meminta keterangan dari dua rekan korban yang berada di lokasi saat kejadian serta saksi-saksi lainnya yang mengetahui peristiwa tersebut.

"Kami masih melakukan pendalaman terkait dugaan bentrok tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. Semua keterangan saksi dan hasil pemeriksaan forensik akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan," katanya.

Baca Juga: Pemprov Jabar Akan Ambil Alih Jembatan Margacinta Pangandaran, Bangunan Permanen Mulai 2027

Hingga kini Polisi belum menyimpulkan motif maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa yang menewaskan remaja asal Kecamatan Bungursari tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini