Viman menegaskan bahwa penghargaan TPID Awards 2026 harus menjadi pemacu untuk mempertahankan kinerja pengendalian inflasi, bukan sekadar pencapaian tahunan.
Pemerintah Kota Tasikmalaya akan melanjutkan pemantauan harga dan pasokan, memperkuat koordinasi antarsektor, menjaga kelancaran distribusi serta menyiapkan intervensi sesuai kondisi di lapangan.
Predikat sebagai TPID Kabupaten atau Kota Berkinerja Terbaik Kawasan Jawa-Bali pada 2026 memperpanjang capaian Kota Tasikmalaya sejak 2025.
Keberhasilan mempertahankan penghargaan selama dua tahun berturut-turut menunjukkan kesinambungan program pengendalian inflasi yang dijalankan pemerintah daerah bersama berbagai mitra.
Baca Juga: Bansos Beras 30 Kg Cair September 2026, Cek Penerima dan 5 Penyebab Bantuan Belum Diterima
Dalam konteks Priangan Timur, capaian Kota Tasikmalaya menjadi salah satu dari sejumlah prestasi daerah pada TPID Awards 2026.
Kabupaten Tasikmalaya juga meraih Terbaik I untuk kategori TPID Kabupaten atau Kota Berprestasi Kawasan Jawa-Bali, sedangkan Kabupaten Pangandaran memperoleh Terbaik III pada kategori yang sama.
Sementara itu, Kabupaten Ciamis meraih Terbaik III TP2DD tingkat kabupaten wilayah Jawa-Bali dalam rangkaian agenda yang sama.
Rakornas Pengendalian Inflasi dan P2DD 2026 sendiri menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo 2026 atau FEKDI x IFSE 2026.
Baca Juga: KIP Kuliah 2026 Pakai DTSEN, Penerima Wajib Cek Desil hingga Syarat Ekonomi Sebelum Mendaftar
Forum tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi pengendalian inflasi sekaligus transformasi ekonomi dan keuangan digital.
Bagi Kota Tasikmalaya, pengendalian inflasi tetap menjadi agenda yang harus dijaga secara berkelanjutan.
Stabilitas harga pangan berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mempertahankan daya beli.
Karena itu, capaian TPID Awards 2026 diarahkan menjadi pijakan untuk memperkuat kerja bersama.
Pemantauan harga, ketersediaan pasokan, distribusi, gerakan pangan murah, serta respons terhadap kondisi pasar akan terus menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi Kota Tasikmalaya.***