KPAID Kabupaten Tasikmalaya: Lima Hal Mengancam Indonesia Buram di Tahun 2045

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Minggu, 11 September 2022 | 20:32 WIB
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, S.Ip membeberkan lima hal upaya membujuk anak-anak generasi bangsa agar tidak memiliki masa depan gemilang di tahun Indonesia emas 2045 (Dede Farhan Kamil)
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, S.Ip membeberkan lima hal upaya membujuk anak-anak generasi bangsa agar tidak memiliki masa depan gemilang di tahun Indonesia emas 2045 (Dede Farhan Kamil)

Hal mengerikan lainnya ujar Ato, adalah mengenalkan anak-anak dengan sex bebas. 

Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Perhubungan Nasional 17 September 2022, Desain Keren dan Gratis

Dikatakan, kemajuan teknologi informasi seperti media sosial, game online telah dimanfaatkan untuk mengekspos sex bebas. 

Narasi berikut gambar-gambar menantang, tersaji sedemikian bebas dan mudah ditemukan.

"KPAID mencatat, dari 10 kasus persetubuhan orang dewasa di Tasikmalaya, dua kasus di antaranya melibatkan anak-anak. Di antara mereka adalah korban media sosial," kata Ato. 

Baca Juga: Peluang Mendapatkan Beasiswa Riset BAZNAS 2022 Masih Terbuka, Bagi Mahasiswa Segera Mendaftar

"Ini yang harus kita waspadai," sambung dia

Berikutnya, terang Ato, ada upaya menggiring anak-anak melakukan tindakan kriminal.

"Ada kasus dimana anak-anak sudah terlibat mencuri bahkan menjadi kurir narkoba," ujarnya.

Baca Juga: Tampilan Premium dan Performa Gahar, Intip 5 Keunggulan Huawei MateBook D16

Tak jarang kata dia, KPAID menemukan anak-anak usia sekolah yang bangga dengan tato mata. Kemudian mereka bertindak dan bersikap layaknya orang dewasa. 

Hal terakhir yang terangkum KPAID tutur Ato, adalah anak-anak diakrabkan dengan eksploitasi. 

"Ada kasus terjadi di Jabar utara, ana-anak terlibat dalam dunia pinjaman online. Data mereka dimanipulasi dan dieksploitasi pihak tertentu demi uang," tutur dia.

Baca Juga: Huawei Matebook D16, Tampilan Laptop Premium Dengan Spek Cerdas. Cek Harganya

Dari lima hal tadi, lanjut Ato, ada catatan yang perlu digarisbawahi. Dimana anak yang terbukti telah terbujuk, rata-rata mereka yang frustasi, kemudian salah pergaulan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X