Hal mengerikan lainnya ujar Ato, adalah mengenalkan anak-anak dengan sex bebas.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Perhubungan Nasional 17 September 2022, Desain Keren dan Gratis
Dikatakan, kemajuan teknologi informasi seperti media sosial, game online telah dimanfaatkan untuk mengekspos sex bebas.
Narasi berikut gambar-gambar menantang, tersaji sedemikian bebas dan mudah ditemukan.
"KPAID mencatat, dari 10 kasus persetubuhan orang dewasa di Tasikmalaya, dua kasus di antaranya melibatkan anak-anak. Di antara mereka adalah korban media sosial," kata Ato.
Baca Juga: Peluang Mendapatkan Beasiswa Riset BAZNAS 2022 Masih Terbuka, Bagi Mahasiswa Segera Mendaftar
"Ini yang harus kita waspadai," sambung dia
Berikutnya, terang Ato, ada upaya menggiring anak-anak melakukan tindakan kriminal.
"Ada kasus dimana anak-anak sudah terlibat mencuri bahkan menjadi kurir narkoba," ujarnya.
Baca Juga: Tampilan Premium dan Performa Gahar, Intip 5 Keunggulan Huawei MateBook D16
Tak jarang kata dia, KPAID menemukan anak-anak usia sekolah yang bangga dengan tato mata. Kemudian mereka bertindak dan bersikap layaknya orang dewasa.
Hal terakhir yang terangkum KPAID tutur Ato, adalah anak-anak diakrabkan dengan eksploitasi.
"Ada kasus terjadi di Jabar utara, ana-anak terlibat dalam dunia pinjaman online. Data mereka dimanipulasi dan dieksploitasi pihak tertentu demi uang," tutur dia.
Baca Juga: Huawei Matebook D16, Tampilan Laptop Premium Dengan Spek Cerdas. Cek Harganya
Dari lima hal tadi, lanjut Ato, ada catatan yang perlu digarisbawahi. Dimana anak yang terbukti telah terbujuk, rata-rata mereka yang frustasi, kemudian salah pergaulan.
Artikel Terkait
Narkotika Merasuk Kehidupan Generasi Bangsa, FKDM Kabupaten Tasikmalaya Menggandeng BNN Dan KPAID