Peran Pemuda Membawa Perubahan Hakiki untuk Negeri

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 13 September 2022 | 15:07 WIB
Tawati, aktivis dan pegiat literasi di Majalengka. (Dok. Pribadi)
Tawati, aktivis dan pegiat literasi di Majalengka. (Dok. Pribadi)

Mediapriangan.com - Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menuai gelombang protes dari berbagai kalangan, terutama mahasiswa.

Dalam sepekan ini, mahasiswa se-Jawa Barat (Jabar) menggelar demonstrasi menolak kenaikan harga BBM bersubsidi di 14 titik kota dan kabupaten.

Ke-14 titik unjuk rasa itu antara lain, Kota Bandung, Kabupaten Karawang, Indramayu, Kota/Kabupaten Bogor, Tasikmalaya, Pangandaran, Subang, Cirebon, Purwakarta, Garut, Sumedang dan Sukabumi.

Baca Juga: Semakin Cantik dan Personal, Cek iOS 16 Untuk iPhone Apa Saja

"Persoalan-persoalan umat yang ada saat ini terus saja berulang tanpa ada penyelesaian. Seperti persoalan BBM ini. Hal ini pun turut mendorong para mahasiswa berdemonstrasi," kata aktivis muslimah Majalengka, Tawati kepada mediapriangan.com, Selasa (13/9/2022).

Menurutnya, memang sudah sewajarnya para pemuda kritis dengan segala kebijakan-kebijakan penguasa yang merugikan rakyat. Di pundak mereka rakyat menggantungkan harapan.

"Kepedulian mahasiswa terhadap penderitaan umat patut dihargai," ucap Tawati, yang juga seorang pegiat literasi.

Baca Juga: iOS 16 Telah Rilis 13 September 2022, Intip Fitur Apa Saja Yang Baru

Namun, lanjut dia, seringkali mahasiswa yang terdidik oleh sistem sekuler tak punya solusi mendasar atas kenaikan harga BBM, mereka terjebak dan masuk pada lubang yang sama.

Padahal, sejatinya para pemuda adalah ujung tonggak perubahan bangsa dan dunia, yang sudah semestinya memperjuangkan jiwa dan raganya untuk kemaslahatan umat.

"Pemuda sepatutnya bergerak menuju perubahan mendasar yang mampu membawa umat pada kebangkitan hakiki," ujar dia.

Baca Juga: Fraksi PDI Perjuangan Menolak Kenaikan Bantuan Keuangan Parpol

Tawati menambahkan, ada beberapa perkara yang mesti dipahami sebelum menjalani proses perubahan.

Bagian pertama adalah kesadaran akan realitas yang rusak, yang selanjutnya diiringi oleh penginderaan terhadap kerusakan itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X