Di samping kompetensi ditekankan, lanjut dia, bahasa harus diperhatikan sebagai pengantar para lulusan bekerja di luar negeri.
Baca Juga: Unjuk Rasa Para PKL, Berharap Keindahan Pedestrian Jalan Cihideung Seindah Nasibnya
"Bahasa di sini adalah bahasa asing, baik itu Inggris, Jepang, Mandarin bahasa Korea," ujarnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Edy Purwanto mengatakan, cukup banyak lulusan SMKN di Jabar yang kini bekerja di luar negeri. Di mana SMKN 2 Tasikmalaya adalah salah satunya.
"Seperti di SMKN 2 Tasikmalaya ini, sudah lama dapat mengirimkan lulusannya ke beberapa negara. salah satunya di Jepang. Karena kita di sana industrinya sangat maju, tapi anak-anak kita seperti di SMKN 2 Tasikmalaya ini tidak kalah bersaing dengan SDM yang ada di Jepang," ujar Edy Purwanto.
Edy Purwanto menambahkan, kualitas dan kapasitas siswa/i SMKN 2 Tasikmalaya yang unggul ini tak terlepas dari model Pembelajaran Teaching Factory (TEFA). Sehingga model pembelajaran yang dilaksanakan mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri.
"Dengan begitu maka ketika bekerja di luar negeri tidak asing lagi pada standar dan prosedur ketat yang berlaku di sana," katanya.***
Artikel Terkait
Terapkan BLUD, SMKN 9 Kota Bandung Raup Penghasilan Rp 2 Miliar Per Tahun
Ciptakan Generasi Muda Sadar Pajak, KPP Pratama Ciamis Gelar Pajak Bertutur 2022 di SMKN 1 Banjar
BIN Bidik Kalangan Pelajar, SMKN 1 Panjalu Ciamis Jadi Sasaran
SMAN 1 Kawali Kabupaten Ciamis, Deklarasikan Sebagai Sekolah Toleransi dan Anti Hoaks
Browndo, Perpaduan Makanan Tradisional dan Modern Karya Siswa SMKN 1 Ciamis, Harap Jadi Oleh-oleh Khas Ciamis