Kinerja bank bjb syariah pada Kuartal Pertama 2024, Penurunan Laba Bersih Mencapai 60 Persen

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 22 Mei 2024 | 15:33 WIB
Ilustrasi laporan keuangan terbaru yang dirilis oleh bank bjb syariah pada Jumat, 17 Mei 2024, menunjukkan penurunan laba bersih.   (Tangkap layar laman resmi bank bjb syariah)
Ilustrasi laporan keuangan terbaru yang dirilis oleh bank bjb syariah pada Jumat, 17 Mei 2024, menunjukkan penurunan laba bersih. (Tangkap layar laman resmi bank bjb syariah)

 

 

Mediapriangan.com - Bank Jabar Banten Syariah (bank bjb syariah) melaporkan penurunan yang mencolok dalam laba bersihnya pada kuartal pertama tahun 2024.

Laporan keuangan terbaru yang dirilis oleh bank bjb syariah pada Jumat, 17 Mei 2024, menunjukkan penurunan sebesar 60% dalam laba bersih, turun dari Rp15,93 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp6,4 miliar.

Meskipun pendapatan setelah distribusi bagi hasil meningkat sebesar 9,42% year-on-year (yoy) menjadi Rp144,33 miliar, pendapatan bank bjb syariah pada non-bunga mengalami penurunan sebesar 26,22% yoy menjadi Rp14 miliar.

Baca Juga: Dua Tersangka Dibekuk dalam Kasus Kredit Fiktif di bank bjb Cabang Labuan Pandeglang, Kerugian Mencapai Rp 13 Miliar

Sementara itu, pendapatan lainnya mengalami penurunan hingga 98,82% yoy, mencapai Rp52 juta pada Maret 2024, dari sebelumnya Rp4,42 miliar pada Maret 2023.

Beban operasional naik secara signifikan, termasuk beban tenaga kerja yang naik 14,68% yoy menjadi Rp65,85 miliar, serta beban promosi yang melonjak 80,17% yoy menjadi Rp5,81 miliar.

Dalam hal intermediasi, bank bjb syariah mencatatkan peningkatan dalam pembiayaan sebesar Rp8,8 triliun, meningkat 13,27% yoy dari tahun sebelumnya.

Namun, kinerja keuangan tetap tertekan dengan penurunan laba operasional sebesar 59,57% menjadi Rp8,29 miliar pada kuartal I 2024 dibandingkan dengan Rp20,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Gelar Business Review Semester II dan Executive Workshop 2023, bank bjb Torehkan Capaian Positif di Tahun 2022

Meskipun demikian, bank bjb syariah berhasil mempertahankan kualitas pembiayaan yang lebih baik dengan penurunan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross dan net.

Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11,63% yoy menjadi Rp9,5 triliun dari sebelumnya Rp8,51 triliun, mencerminkan kepercayaan yang tetap tinggi dari nasabah bank bjb syariah.

Bank bjb syariah dihadapkan pada tantangan untuk meningkatkan pendapatan berbasis komisi dan efisiensi operasional guna memperbaiki profitabilitasnya.

Baca Juga: Instruksi Pemindahan RKUD ke Bank Banten oleh Mendagri: Tindak Lanjut Perda Provinsi Banten Nomor 5 Tahun 2023

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X