Kanada Umumkan Akan Akui Palestina di PBB 2025, PM Mark Carney Tegaskan Dukung Solusi Dua Negara dan Tolak Hamas

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 1 Agustus 2025 | 09:49 WIB
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. (Instagram.com/@markjcarney)
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. (Instagram.com/@markjcarney)

 

Mediapriangan.com - Kanada menyatakan siap mengikuti langkah Inggris dan Prancis dalam mengakui kedaulatan negara Palestina.

Hal ini diungkap langsung oleh Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dalam pernyataan resminya pada Kamis, 31 Juli 2025.

Rencana pengakuan itu akan disampaikan secara resmi pada Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar September mendatang.

Baca Juga: Kelakar Donald Trump Soal Macron Akui Palestina, 'Dia Orang Baik, Tapi Tak Akan Berpengaruh Apa Pun di Timur Tengah'

Langkah diplomatik ini, menurut Carney, diambil untuk menjaga peluang realisasi two-state solution yang kini semakin terancam.

Ia menyebut, "Ini adalah tujuan jangka panjang Kanada, yang meyakini two-state solution. Perlahan, tujuan itu mulai terkikis di depan mata kita."

Langkah Berani Kanada dan Respons terhadap Krisis Gaza

Sikap ini menandai perubahan signifikan dari posisi Kanada sebelumnya, yang menunggu proses perdamaian antara Palestina dan Israel sebelum memberikan pengakuan formal.

Baca Juga: Emados Shawarma Buka di Kota Tasikmalaya, Sajikan Ayam Roasted 3 Ekor Cuma Rp99.000 dan Cita Rasa Khas Palestina!

Namun, situasi di lapangan yang semakin memburuk, terutama di Gaza, membuat pemerintah Kanada mempercepat pengambilan keputusan ini.

"Kanada bertujuan untuk mengakui kedaulatan negara Palestina, pada Sidang Umum ke-80 PBB September nanti," tegas Carney, seperti dilansir dari AFP pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza menjadi alasan utama. Carney menyoroti berbagai faktor yang memperparah ketegangan, mulai dari ancaman terorisme Hamas terhadap Israel.

Baca Juga: Dubes Iran Sebut Serangan ke Tel Aviv Simbol Perlawanan Bangsa yang Dizalimi Israel, Termasuk Palestina

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X